MAMUJU — Keluhan warga Korongana soal keterbatasan lahan pemakaman Islam mendapat respons langsung dari Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK). Saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Bustanul Jannah, Korongana, Kamis (27/8), SDK berjanji akan mengupayakan solusi bersama pemerintah daerah.
Ketua panitia Maulid, Sabannar, menyampaikan persoalan tersebut langsung di hadapan gubernur. Ia mengungkapkan bahwa warga setempat tidak lagi memiliki pekuburan Islam yang memadai.
"Alhamdulillah sudah hadir. Warga Korongana ini sudah tidak memiliki lagi pekuburan Islam. Semoga bisa membantu pengadaan tempat pekuburan," ujar Sabannar di hadapan jamaah.
Menanggapi aspirasi warganya, Suhardi Duka menegaskan bahwa persoalan lahan pemakaman akan menjadi perhatian serius pemerintah provinsi. Ia menyebut pengadaan tanah untuk pekuburan Islam akan diusahakan secara bersama-sama.
"Insya Allah kita usahakan bersama-sama untuk mencari tanah menjadikan pekuburan Islam," kata Suhardi Duka dalam sambutannya.
Kehadiran gubernur yang merupakan putra asli Mamuju itu disambut antusias oleh puluhan jamaah yang memadati masjid. Suasana kekeluargaan tampak mewarnai jalannya peringatan Maulid Nabi di wilayah tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, SDK juga menyoroti perubahan kondisi infrastruktur di Korongana. Ia mengapresiasi perbaikan akses jalan yang sebelumnya sempat menjadi keluhan masyarakat.
"Korongana dulu masih jalan rusak, namun alhamdulillah hari ini jalan sudah bagus," ujarnya.
Perbaikan akses jalan ini dinilai menjadi faktor penting yang mendukung mobilitas warga dan distribusi ekonomi di kawasan tersebut. Kondisi ini juga disebut turut mempermudah akses masyarakat menuju pusat kegiatan keagamaan seperti masjid.
Suhardi Duka juga menyampaikan rasa syukurnya atas amanah yang diberikan masyarakat untuk memimpin Sulawesi Barat. Ia menyebut dirinya sebagai gubernur pertama Sulbar yang berasal dari Kabupaten Mamuju.
"Kemauan Allah SWT sehingga saya bisa jadi gubernur. Ini juga merupakan gubernur pertama dari Mamuju," tambahnya.
Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan jamaah sebagai bentuk kedekatan emosional antara pemimpin dan masyarakat di daerah asalnya. SDK menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah warga dalam berbagai kegiatan keagamaan maupun sosial.
Tak hanya menyampaikan komitmen terhadap persoalan pemakaman, Suhardi Duka juga memberikan bantuan pribadi untuk Masjid Bustanul Jannah Korongana. Bantuan tersebut diserahkan langsung sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan di wilayah tersebut.
"Saya sumbang masjid ini, Bustanul Jannah Korongana, Rp10 juta," pungkasnya.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung operasional dan perawatan masjid ke depannya. Sementara itu, persoalan lahan pemakaman Islam di Korongana masih menunggu tindak lanjut dari pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten.