DKPPKB Sulbar Adopsi Model Grup WA "Ibu Pandai" dari Kalbar untuk Perluas Edukasi Kesehatan Masyarakat

Penulis: Yasir  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:46:01 WIB
Tim Promosi Kesehatan DKPPKB Sulbar bersama Kemenkes RI mengkaji penerapan grup WhatsApp "Ibu Pandai" dalam pertemuan di Mamuju, Rabu (26/8/2026).

MAMUJU — Tim Promosi Kesehatan DKPPKB Sulbar bersama Kemenkes RI mengkaji penerapan WAG "Ibu Pandai" dalam pertemuan pada Rabu (26/8/2026). Inovasi ini diadaptasi dari keberhasilan Puskesmas Sosok di Kalimantan Barat yang mampu menyatukan warga dari 11 desa ke dalam satu grup WhatsApp.

Penggabungan grup ini dinilai menjadi solusi atas minimnya jumlah tenaga kesehatan pengelola di tiap desa. Dengan satu pintu informasi, distribusi pesan kesehatan dari tingkat puskesmas menjadi lebih terarah dan efisien. Warga dari berbagai desa juga mendapat ruang diskusi untuk berbagi pengalaman seputar kesehatan keluarga dan anak.

Strategi Digital untuk Tekan Kesenjangan CKG 2026

Forum tersebut juga menyoroti masih tingginya kesenjangan cakupan Cek Kesehatan Gratis pada kelompok bayi baru lahir, balita, dan prasekolah dibandingkan anak usia sekolah. Kemenkes RI mencatat pendekatan "jemput bola" terbukti mendorong tingginya cakupan pada anak sekolah.

Ke depan, Tim Promkes Sulbar akan memperkuat strategi serupa melalui sinergi antara Puskesmas, Posyandu, kader kesehatan, pihak sekolah, hingga keluarga. Materi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang diprioritaskan meliputi pentingnya CKG bagi bayi dan balita, kesehatan gigi dan mulut, pencegahan penyakit jantung, serta antisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah rawan.

Target: Manfaat Nyata, Bukan Sekadar Kegiatan Internal

Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan pemanfaatan media digital harus diarahkan menjadi sarana edukasi yang dekat dengan masyarakat. Ia mendorong inovasi ini selaras dengan visi Gubernur Suhardi Duka dalam mewujudkan "Sulbar Maju dan Sejahtera" melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

"Hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku kesehatan masyarakat," tegas dr. Nursyamsi.

Praktik baik dari Kalimantan Barat ini kini tengah dikaji untuk diadaptasi sesuai karakteristik masyarakat Sulawesi Barat. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi kesehatan langsung ke tengah masyarakat secara lebih merata.

Reporter: Yasir
Sumber: sorotanpena.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top