MAJENE — Kunjungan kerja Kapolda Sulawesi Barat, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, ke Polres Majene berlangsung di ruang kerja Kapolres. Momen ini dimanfaatkan untuk memberikan pengarahan langsung kepada Kapolres beserta para Pejabat Utama (PJU) agar terus mengoptimalkan pelayanan publik yang berkeadilan.
Kehadiran orang nomor satu di jajaran Polda Sulbar itu merupakan bagian dari upaya memastikan kesiapan satuan bawah, sekaligus memantau langsung dinamika situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lapangan.
Dalam arahannya, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta mengingatkan bahwa eksistensi polisi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga. Pelayanan yang berjalan rutin dianggap belum cukup apabila tidak mampu menyelesaikan akar permasalahan yang ada di tengah masyarakat.
"Jadilah solusi, bukan sekadar pelayan. Setiap kehadiran kita di tengah masyarakat harus membawa ketenangan dan penyelesaian masalah," tegas Kapolda.
Ia pun meminta para perwira untuk peka terhadap keadaan di sekitarnya. Kepekaan ini dinilai krusial sebagai langkah awal untuk mengidentifikasi potensi gangguan sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Penekanan khusus disampaikan Kapolda terkait antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan. Musim kemarau yang masih berlangsung membuat potensi titik api meningkat dan bisa memicu kebakaran sewaktu-waktu.
Seluruh personel diminta untuk tidak lengah dan selalu dalam kondisi siaga penuh. Respons cepat diperlukan agar dampak Karhutla, baik terhadap lingkungan maupun kesehatan warga, dapat diminimalisir sejak dini.
"Antisipasi dini, deteksi dini dan tindakan cepat adalah kunci kita menjaga wilayah tetap aman dan kondusif," tutup Kapolda dalam kesempatan tersebut.
Selain soal pelayanan dan bencana, Kapolda juga menyoroti pentingnya soliditas internal. Kekompakan antar personel dinilai menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas pokok kepolisian di lapangan.
Dengan soliditas yang kuat, seluruh rangkaian tugas pengamanan dan pelayanan dapat berjalan efektif. Hal ini sekaligus menjadi benteng pertahanan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang dapat mengganggu keamanan dan keselamatan masyarakat di Kabupaten Majene.