SULAWESI BARAT — Pengujian pertama telah dilaksanakan pada 13 Agustus 2026 di Terminal Teluk Lamong. Dilanjutkan pada 18 Agustus 2026 di Terminal Petikemas Surabaya. Dinas Perhubungan Kota Surabaya dilibatkan untuk melakukan pemeriksaan sekaligus verifikasi kondisi emisi kendaraan angkutan peti kemas yang beroperasi di dua terminal tersebut.
Uji emisi ini bertujuan memetakan kondisi gas buang kendaraan berdasarkan parameter yang dipersyaratkan. Hasil pemeriksaan diharapkan menjadi acuan awal untuk mengidentifikasi truk yang membutuhkan perawatan atau perbaikan, terutama pada sistem mesin dan perangkat pengendali emisi.
Pemeriksaan semacam ini dinilai krusial lantaran truk peti kemas memegang peran vital dalam rantai logistik. Kendaraan berat ini menjadi penghubung utama antara terminal dan kawasan hinterland, sehingga dampaknya terhadap kualitas udara tidak bisa diabaikan.
Pemilihan momen HUT ke-81 Kemerdekaan RI bukan tanpa alasan. Tema "Merdeka dari Emisi" sengaja diangkat untuk menegaskan bahwa semangat kemerdekaan juga bisa diwujudkan dalam bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Alih-alih hanya merayakan dengan seremoni, Pelindo memilih menghadirkan aksi nyata yang menyentuh operasional bisnisnya secara langsung. Program ini juga menjadi sarana edukasi bagi para pengusaha truk dan sopir agar lebih sadar terhadap pentingnya perawatan kendaraan secara berkala.
Dari sisi operasional, data uji emisi yang terkumpul bisa menjadi bahan evaluasi bagi Pelindo untuk memastikan seluruh armada yang keluar-masuk terminal memenuhi standar kelayakan emisi. Dalam jangka panjang, langkah ini diharapkan berkontribusi pada penurunan polusi udara di kawasan pelabuhan dan sekitarnya.
Bagi para pemilik truk, hasil uji emisi memberikan informasi berharga mengenai kondisi kendaraan mereka. Jika ditemukan kendaraan yang emisinya melebihi ambang batas, pemilik bisa segera melakukan perbaikan sebelum berdampak lebih luas pada lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar.
Dengan adanya program ini, Pelindo menunjukkan bahwa pengelolaan pelabuhan modern tidak hanya berorientasi pada kelancaran arus barang, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan. Inisiatif serupa diharapkan bisa menjadi contoh bagi operator pelabuhan lain di Indonesia untuk turut serta dalam upaya pengendalian emisi kendaraan logistik.