Rumor Haji Isam Caplok 62,25% Saham BYAN dari Low Tuck Kwong, Saham Melonjak 17,7%

Penulis: Ragil  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:46:01 WIB
Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melonjak 17,71 persen menyusul rumor akuisisi 62,25 persen saham oleh Haji Isam.

SULAWESI BARAT — Rumor akuisisi ini mencuat setelah adanya pertemuan antara Low Tuck Kwong dan Norman Joesoef, pendiri sekaligus chairman Republikorp, perusahaan industri pertahanan dan teknologi militer, di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Katadata.co.id telah meminta konfirmasi kepada manajemen PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), salah satu anak usaha Jhonlin Group milik Haji Isam, namun belum mendapat tanggapan.

Komposisi Saham BYAN dan Nilai Akuisisi yang Beredar

Berdasarkan data komposisi pemegang saham BYAN, Low Tuck Kwong menggenggam 40,25% saham, sementara putrinya, Elaine Low, memiliki 22%. Jika ditotal, kepemilikan keduanya mencapai 62,25%—angka yang nyaris sama dengan nilai akuisisi yang dirumorkan beredar. Pemegang saham lainnya meliputi PT Sumber Suryadaya Prima (10%), Korea East-West Power (4%), Korea Western Power (4%), Korea Southern Power (4%), Korea Midland Power (4%), Korea South-East Power (4%), Lim Chai Hock (3,26%), dan Jenny Quantero (2,98%).

Kapitalisasi Pasar Emiten Haji Isam Masih Jauh di Bawah BYAN

Jika rumor ini terealisasi, langkah tersebut akan menjadi lompatan besar bagi Haji Isam. Saat ini, total kapitalisasi pasar empat emiten utama miliknya yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) hanya mencapai Rp 74,29 triliun. Rinciannya, PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) sebesar Rp 43,89 triliun, JARR Rp 18,55 triliun, PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) Rp 10,09 triliun, dan PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) Rp 1,76 triliun.

Sebagai perbandingan, kapitalisasi pasar BYAN mencapai sekitar Rp 480 triliun. Artinya, gabungan nilai pasar keempat emiten Haji Isam tersebut hanya setara 15,5% dari kapitalisasi pasar BYAN atau belum mencapai seperlimanya.

Pergerakan Saham BYAN dan JARR di Bursa

Spekulasi pasar langsung merespons kabar ini. Pada pembukaan perdagangan Selasa (18/8), saham BYAN melonjak 17,71% atau 2.550 poin ke level Rp 16.950 per saham. Sehari sebelumnya, saham emiten batu bara ini juga sudah menguat 20% atau 2.400 poin.

Kenaikan serupa terjadi pada saham JARR yang melesat 19,40% ke level Rp 2.400 per saham pada pembukaan perdagangan yang sama. Pada perdagangan sebelumnya, saham JARR naik 6,63% atau 125 poin.

Jejak Ekspansi Haji Isam dan Posisi di Peta Kekayaan Nasional

Sebelum rumor ini, Haji Isam telah melakukan ekspansi melalui pasar modal. Pada Rabu (13/5), ia membeli 6,83 miliar saham PACK dengan harga Rp 137 per saham, yang membuatnya menguasai 21,12% hak suara di perusahaan tersebut. "Status kepemilikan saham langsung, tujuan transaksi untuk investasi," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi BEI.

Jika akuisisi BYAN benar terjadi, posisi Haji Isam di peta orang terkaya Indonesia diprediksi akan meroket. Berdasarkan data Forbes Real Time Billionaires per Selasa (18/8), Low Tuck Kwong masih menempati posisi pertama dengan kekayaan US$ 19,6 miliar atau sekitar Rp 349,58 triliun (kurs Rp 17.836 per dolar AS). Sementara itu, kekayaan Haji Isam saat ini belum cukup untuk menempatkannya dalam daftar 15 orang terkaya versi Forbes, meski sebagian besar asetnya tidak tercatat di bursa dan diperkirakan telah melampaui US$ 1 miliar.

Kedekatan Haji Isam dengan Presiden Prabowo Subianto turut memperkuat posisinya di lanskap bisnis nasional. Bloomberg melaporkan, Haji Isam membantu membiayai kampanye Prabowo pada Pemilu 2024. Sehari setelah dilantik sebagai presiden, Prabowo bahkan mengunjungi Batulicin, kampung halaman Haji Isam, untuk menyampaikan apresiasi secara langsung.

Investasi mengandung risiko.

Reporter: Ragil
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top