MAMUJU — Kapolda Sulawesi Barat Irjen Pol. Adi Deriyan Jayamarta mengajak seluruh Bhabinkamtibmas untuk tidak lagi menunggu warga datang ke puskesmas, melainkan aktif mendatangi rumah-rumah warga yang berisiko tertular tuberkulosis. Ajakan ini disampaikan dalam kegiatan kemitraan polisi dan masyarakat untuk pencegahan serta penanggulangan TBC di Aula Andi Depu, Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Kamis (6/8/2026).
Menurut Kapolda, pengendalian penyakit menular ini tidak bisa hanya bertumpu pada fasilitas kesehatan. Peran aparat di tingkat desa dinilai krusial untuk memastikan pasien mendapatkan edukasi, diantar ke layanan kesehatan, hingga dinyatakan sembuh total.
“Kita harus hadir sebagai solusi mengantar, merawat, hingga memastikan mereka sembuh sepenuhnya. Penularan TBC sangat cepat, hanya dengan sinergi kuat kita bisa memutus rantainya,” tegas Kapolda di hadapan para Bhabinkamtibmas.
Irjen Adi menegaskan bahwa tugas kepolisian saat ini telah melampaui fungsi keamanan konvensional. Ia menyebut perlindungan terhadap masyarakat dari ancaman penyakit berbahaya merupakan bagian dari tugas pokok sebagai pelayan masyarakat.
“Melindungi masyarakat bukan hanya dari gangguan keamanan, melainkan juga dari ancaman penyakit berbahaya seperti TBC. Ini adalah tugas kami sebagai pelindung dan pelayan. Jika niat kita tulus menolong, Allah akan senantiasa menjaga kita,” tambahnya.
Klaim keberhasilan strategi ini bukan tanpa bukti. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Sulawesi Barat menyebut kolaborasi yang sudah berjalan mulai menunjukkan hasil nyata di lapangan, khususnya di wilayah Majene.
“Berkat kerja sama yang terjalin erat, penanganan kasus TBC di Sulbar khususnya wilayah Majene yang semula 0% kini meningkat pesat menjadi 55%. Ini bukti nyata kehadiran kita membawa perubahan,” tuturnya dalam sambutan yang dikutip dari iNewsMamuju.id.
Untuk mendukung tugas di lapangan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pembekalan teknis kepada para Bhabinkamtibmas. Materi yang diberikan meliputi cara penanganan awal TBC serta peningkatan kapasitas dalam melakukan deteksi dini.
Setiap Bhabinkamtibmas dibekali buku saku sebagai pedoman saat berdialog dengan warga di wilayah binaan masing-masing. Diharapkan, aparat desa mampu mengenali gejala awal dan segera merujuk warga ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum penyakit menyebar lebih luas.
Melalui pendekatan jemput bola ini, diharapkan tidak ada lagi warga Sulbar yang terlambat mendapatkan pengobatan. Sinergi antara kepolisian, dinas kesehatan, dan pemerintah desa menjadi kunci utama dalam menekan angka morbiditas akibat TBC di provinsi tersebut.