SULAWESI BARAT — Nama Kayne van Oevelen mulai mencuat setelah performa gemilangnya bersama FC Volendam di musim lalu. Kiper kelahiran Zaandam, 7 Agustus 2003 ini, sukses mengamankan posisi utama setelah sempat menjadi cadangan di delapan laga awal musim 2024/2025.
Keunggulan utama Kayne van Oevelen jelas terletak pada postur tubuhnya yang menjulang. Dengan tinggi 199 sentimeter, ia unggul delapan sentimeter dari Maarten Paes yang berada di angka 191 cm.
Postur ini memberinya keuntungan besar dalam duel-duel udara di kotak penalti. Karakteristik fisik seperti ini jarang dimiliki kiper Indonesia dan bisa menjadi aset berharga untuk skuad Garuda di masa depan.
Sepanjang musim lalu, Kayne van Oevelen mencatatkan 33 penampilan bersama FC Volendam dengan tiga clean sheet. Media Belanda memberikan pujian tinggi atas konsistensinya di bawah mistar gawang.
Ia juga menjadi pahlawan promosi FC Volendam ke Eredivisie pada 2022. Catatan penyelamatan yang melampaui angka 100 kali sepanjang musim menjadi bukti kematangan performanya di usia yang masih 22 tahun.
Dengan nilai pasar mencapai Rp34 miliar, Kayne van Oevelen menjadi salah satu kiper keturunan termahal yang berpeluang membela Timnas Indonesia. Usianya yang masih muda memberinya ruang besar untuk terus berkembang di level tertinggi sepak bola Eropa.
Kehadirannya diprediksi akan menambah ketat persaingan dengan Maarten Paes dan Emil Audero. Sektor penjaga gawang Timnas Indonesia kini memiliki opsi lebih variatif, baik dari segi postur maupun pengalaman di liga Eropa.
Kayne van Oevelen memiliki darah Indonesia dari garis keturunan Surabaya. Proses naturalisasi masih menunggu keputusan resmi PSSI, namun namanya sudah masuk dalam daftar pemain potensial yang dipantau secara intensif.
Jika proses naturalisasi rampung, Kayne van Oevelen akan menjadi kiper ketiga dengan postur di atas 190 cm di skuad Garuda. Ini memberikan fleksibilitas taktis bagi pelatih dalam menghadapi lawan-lawan dengan permainan fisik tinggi.