SULAWESI BARAT — Kabar mengejutkan datang dari kubu Pantai Gading jelang Piala Dunia 2026. Elye Wahi, striker andalan The Elephants, ternyata sempat ditahan polisi Prancis pada 29 Mei lalu. Penangkapan itu terkait dugaan pengaturan pertandingan yang melibatkan kartu kuning yang diterimanya saat Nice menghadapi Metz.
Investigasi bermula dari laporan pola taruhan mencurigakan yang diterima otoritas Ligue 1. Taruhan tersebut memprediksi Wahi bakal mendapat kartu kuning saat Nice bermain imbang 0-0 melawan Metz. Sang striker benar-benar diganjar kartu kuning pada menit ke-35 setelah sebelumnya melakukan dua pelanggaran di menit ke-31 dan 34.
Kantor Kejaksaan Marseille mengonfirmasi penangkapan pemain berusia 23 tahun itu sebagai bagian dari penyelidikan dugaan penipuan terorganisasi, korupsi olahraga, hingga pencucian uang. "Dia dibebaskan setelah menjalani pemeriksaan dalam tahanan polisi. Investigasi masih terus berlangsung," demikian pernyataan resmi kejaksaan.
Karena belum menghadapi dakwaan resmi, Wahi diizinkan terbang ke Amerika Serikat untuk membela Pantai Gading. Ia bahkan langsung dipercaya sebagai starter saat menghadapi Ekuador di laga perdana Grup E. Wahi bermain selama 56 menit, melepaskan dua tembakan — satu membentur tiang gawang — sebelum akhirnya digantikan.
Gol kemenangan Pantai Gading baru datang di menit akhir lewat Amad Diallo, pemain sayap Manchester United yang masuk dari bangku cadangan. Hasil 1-0 ini membuat The Elephants mengoleksi tiga poin dan memimpin klasemen sementara Grup E.
Kemenangan atas Ekuador menjadi modal berharga jelang laga berat melawan Jerman akhir pekan ini. Pelatih Pantai Gading diprediksi masih akan mengandalkan Wahi di lini depan, meski status penyelidikannya masih aktif. Pihak berwenang Prancis belum memberikan update terbaru soal perkembangan kasus ini.
Selama belum ada putusan hukum yang mengikat, Elye Wahi tetap bisa menjadi andalan Pantai Gading di Piala Dunia 2026. Pertanyaan besarnya: akankah kasus ini mengganggu performanya di turnamen paling bergengsi sepak bola dunia?