SULAWESI BARAT — Kenaikan harga solar nonsubsidi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir memberikan dampak langsung ke pasar kendaraan roda empat di Indonesia. Segmen yang paling terasa getahnya adalah mobil bermesin diesel, terutama model populer seperti Toyota Fortuner dan Innova Reborn. Banyak konsumen yang sudah incar unit akhirnya memutuskan tunda beli.
Fenomena ini bukan sekadar rumor. Sejumlah diler Toyota di Jakarta dan sekitarnya mengonfirmasi adanya penurunan jumlah pengunjung yang spesifik menanyakan varian diesel. Alih-alih Fortuner 2.4 VNT atau Innova Reborn 2.4, calon pembeli kini lebih banyak bertanya soal Kijang Innova Zenix Hybrid atau Corolla Cross Hybrid.
“Yang tadinya mantap ambil Innova Reborn diesel, setelah harga solar naik, mereka minta dihitungkan dulu cicilan Zenix Hybrid. Ada juga yang balik ke Fortuner bensin,” ujar salah satu tenaga penjual di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, pekan lalu.
Perubahan perilaku ini cukup rasional. Selisih harga solar bersubsidi dan nonsubsidi yang kian melebar membuat ongkos harian pemilik mobil diesel membengkak. Untuk pemakaian harian di perkotaan atau perjalanan jauh, perbedaan biaya bahan bakar per bulan bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Konsumen yang sebelumnya mengandalkan efisiensi solar kini mulai menghitung ulang.
Kondisi ini diperparah dengan belum adanya kepastian kapan harga energi akan kembali ke level sebelumnya. Alhasil, strategi menunggu dan melihat menjadi pilihan paling aman bagi sebagian besar calon pembeli.
Tekanan pada segmen diesel ini berbarengan dengan makin gencarnya insentif untuk mobil hybrid di Indonesia. PPnBM yang lebih rendah membuat harga jual Zenix Hybrid atau Yaris Cross Hybrid lebih kompetitif. Ditambah lagi, konsumsi BBM yang irit tanpa harus khawatir fluktuasi harga solar, membuat posisi mobil hybrid kian menarik.
Di sisi lain, Toyota sendiri belum memberikan pernyataan resmi mengenai perubahan strategi penjualan Fortuner atau Innova Reborn menyusul situasi ini. Namun, dari sisi pasar, sinyalnya sudah jelas: konsumen mulai meninggalkan diesel untuk jangka pendek.