SULAWESI BARAT — Bayangkan Anda sedang rapat penting dengan klien, lalu notifikasi WhatsApp pribadi dari grup keluarga terus masuk. Atau sebaliknya, saat liburan, pesan kerja mengalir tanpa henti. Situasi ini akrab bagi banyak pengguna di Indonesia, di mana WhatsApp telah bertransformasi dari sekadar aplikasi chatting menjadi platform utama untuk urusan sosial dan ekonomi.
Fitur multi-akun resmi ini hadir sebagai solusi. Caranya sederhana: buka menu Pengaturan di aplikasi WhatsApp, lalu klik tanda panah kecil di samping nama profil Anda. Pilih opsi "Tambah Akun" dan masukkan nomor telepon kedua yang aktif untuk menerima kode verifikasi lewat SMS.
Setelah terverifikasi, Anda bisa mengatur profil, foto, dan notifikasi masing-masing akun secara terpisah. Perpindahan antar akun pun hanya butuh satu ketukan, tanpa perlu log out terlebih dahulu. Notifikasi dari kedua nomor tetap masuk secara mandiri, sehingga pesan penting tidak terlewat.
Sebelum fitur resmi ini ada, banyak pengguna tergoda menggunakan aplikasi modifikasi seperti GBWhatsApp atau WhatsApp Plus. Riset keamanan siber mencatat, aplikasi tidak resmi itu membawa risiko serius: pencurian data pribadi, penyadapan percakapan, hingga pemblokiran akun permanen oleh Meta.
Dengan fitur bawaan, privasi tetap terlindungi enkripsi ujung-ke-ujung (end-to-end encryption). Artinya, tidak ada pihak ketiga yang bisa membaca isi percakapan Anda. Keamanan biometrik juga bisa diterapkan terpisah untuk lapisan perlindungan ekstra pada akun yang baru ditambahkan.
Keuntungan paling jelas adalah efisiensi perangkat. Anda tidak perlu membeli atau membawa dua ponsel sekaligus, menghemat biaya dan ruang di tas. Pemisahan identitas juga lebih profesional — foto profil dan status untuk kerja bisa berbeda dengan untuk keluarga.
Namun, ada konsekuensi yang perlu diwaspadai. Menjalankan dua akun secara aktif berarti aplikasi melakukan sinkronisasi data dua kali lipat lebih sering. Ini berdampak langsung pada konsumsi baterai dan penggunaan RAM ponsel. Risiko lain: jika tidak teliti melihat indikator akun yang sedang aktif, pesan pribadi bisa saja terkirim ke grup kantor, atau sebaliknya.
Fitur ini menjadi angin segar bagi pengguna yang selama ini bergulat dengan dua identitas digital dalam satu genggaman. Yang diperlukan kini hanyalah disiplin mengelola notifikasi dan kesadaran penuh saat berpindah akun.