Android Auto nirkabel memang menghilangkan ribetnya kabel di dasbor mobil. Tapi kenyamanan ini punya harga: ponsel bekerja ekstra keras untuk menjaga koneksi Wi-Fi langsung, GPS, dan streaming audio secara bersamaan. Akibatnya, baterai bisa terkuras 15 hingga 25 persen per jam, bahkan lebih cepat jika ponsel sudah tidak baru.
Berbeda dengan kabel USB yang sekaligus mengisi daya, koneksi nirkabel memaksa ponsel mengaktifkan modul Wi-Fi, Bluetooth, dan GPS secara simultan. Proses ini mirip menjalankan hotspot pribadi sambil navigasi—kombinasi yang paling boros daya.
Belum lagi layar ponsel yang otomatis menyala setiap kali ada notifikasi atau perubahan rute. Setiap sentuhan layar berarti tambahan konsumsi daya yang tidak Anda sadari.
Beberapa fitur bawaan ponsel dan Android Auto bisa dimatikan sementara tanpa mengganggu fungsi navigasi atau musik. Berikut daftarnya:
Selain mematikan enam fitur di atas, pastikan ponsel dalam mode hemat daya sebelum menyambungkan Android Auto. Mode ini secara otomatis membatasi kinerja prosesor dan aktivitas aplikasi latar.
Jika memungkinkan, turunkan kecerahan layar ke level minimum yang masih nyaman dilihat. Layar adalah konsumen baterai terbesar setelah koneksi nirkabel.
Bagi pengguna yang sering melakukan perjalanan jarak jauh, power bank tetap jadi cadangan wajib. Tapi dengan optimasi ini, setidaknya ponsel bisa bertahan hingga tujuan tanpa perlu mengisi ulang.
Pengaturan di atas hanya perlu dimatikan selama perjalanan. Setelah sampai tujuan, Anda bisa mengaktifkannya kembali untuk kenyamanan penggunaan sehari-hari.
Jangan lupa juga memeriksa pembaruan sistem Android Auto. Google kerap merilis pembaruan yang mengoptimalkan konsumsi daya pada versi terbaru aplikasi.