POLMAN — Ratusan anak usia muda memadati Stadion S. Mengga, Polewali Mandar, pada Sabtu dan Minggu (30-31/5/2026). Mereka mengikuti seleksi terbuka yang digelar PSM Makassar Academy. Antusiasme tinggi terlihat sejak hari pertama.
Direktur Teknik PSM Academy, Akbar Rasyid, turun langsung memimpin proses pemantauan. Ia didampingi tim pelatih berpengalaman, termasuk legenda hidup Juku Eja, Syamsul Chaeruddin. Dua mantan pilar PSM, Irsyad Aras dan Ardan Aras, juga hadir menyaksikan jalannya seleksi.
Ardan Aras, yang kini menjabat anggota DPRD Kabupaten Polewali Mandar, dipercaya sebagai koordinator seleksi lokal. Ia menyebut kebanggaannya terhadap animo peserta yang luar biasa.
“Saya menyampaikan ke para peserta untuk menampilkan penampilan yang maksimal di lapangan. Kita tentu berharap banyak talenta muda Polman yang bisa berhasil lolos ke PSM Academy musim ini,” kata Ardan di sela-sela kegiatan.
Akbar Rasyid menjelaskan bahwa Polman sengaja dipilih sebagai lokasi pertama dari rangkaian panjang pencarian bakat. Total ada 12 daerah di Pulau Sulawesi yang masuk radar penjaringan musim ini.
“Talent Identification ini diselenggarakan untuk menjaring anak-anak potensial dari berbagai daerah yang ada di Pulau Sulawesi,” ujar Akbar.
Setelah Polman, seleksi akan berlanjut ke sejumlah daerah di Sulawesi Selatan seperti Malili, Palopo, Sidrap, Bulukumba, dan Makassar. Kemudian menyusul Manado dan Kotamobagu di Sulawesi Utara, Kendari dan Kolaka di Sulawesi Tenggara, serta Palu dan Luwuk Banggai di Sulawesi Tengah.
Ketika ditanya mengapa seleksi musim ini hanya berpusat di Pulau Sulawesi, Akbar menegaskan komitmen manajemen untuk memaksimalkan potensi lokal. Ia ingin lebih banyak talenta asal Sulawesi yang bisa bersaing di level profesional.
Proses seleksi di Stadion S. Mengga berlangsung ketat. Ratusan peserta harus unjuk gigi di depan tim pemantau demi mengamankan tiket menuju akademi sepak bola terbaik di Indonesia Timur tersebut. Hasil seleksi akan diumumkan setelah seluruh rangkaian tahapan selesai.