MAMUJU — Irham menyebut momen pelantikan ini memiliki nilai historis yang mendalam bagi perjalanan IJS Sulbar. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kepengurusan baru tidak hanya sekadar seremonial, melainkan awal dari kerja nyata di lapangan.
"Ini adalah salah satu momen penting dalam sejarah perjalanan sejak berdirinya IJS Sulbar selama 13 tahun terakhir," ujar Irham di hadapan para pengurus yang baru dilantik.
Dua Tugas Utama: Sinergi dan Edukasi Publik
Irham memberikan arahan strategis yang berfokus pada dua poin utama. Pertama, sinergi dengan berbagai pihak. Kedua, peran edukasi kepada masyarakat.
DPW IJS Polman diharapkan tidak hanya menjadi organisasi profesi, tetapi juga garda terdepan dalam menyajikan informasi yang mendidik dan akurat. "Edukasi publik menjadi kunci agar informasi yang sampai ke warga bisa mencerdaskan, bukan sekadar viral," kata Irham.
Bagaimana Jurnalis Menjaga Fungsi Kontrol Sosial?
Selain edukasi, Irham mengingatkan pentingnya profesionalisme. Ia mendorong para jurnalis untuk membangun kemitraan strategis dengan pemerintah daerah dan aparat kepolisian di Polman.
Namun, ia menekankan bahwa kemitraan ini tidak boleh menghilangkan marwah jurnalis sebagai kontrol sosial. "Kontrol yang membangun itu perlu. Berikan saran, kritik, dan masukan konstruktif demi kemajuan daerah," tegasnya.
Apa Langkah Selanjutnya untuk DPW IJS Polman?
Pasca-pelantikan, DPW IJS Polman ditargetkan segera menyusun program kerja. Program tersebut harus sejalan dengan visi organisasi dan mampu menjadi mitra kritis yang sehat bagi pembangunan Polewali Mandar ke depan.
Irham berharap kehadiran kepengurusan baru mampu membawa dampak positif yang nyata bagi daerah. Sinergi antara jurnalis, pemerintah, dan aparat diharapkan dapat mendorong roda pembangunan di Kabupaten Polewali Mandar berjalan lebih transparan dan partisipatif.