KENDARI — Penghargaan itu diterima langsung oleh perwakilan Pemprov Sulbar dalam acara yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri RI. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut penghargaan ini diberikan untuk kepala daerah yang berhasil menunjukkan capaian terbaik di empat bidang strategis.
Tito Karnavian menjelaskan, ada empat bidang yang menjadi tolok ukur dalam ajang ini. Keempatnya adalah penanganan pengangguran, penurunan kemiskinan dan stunting, pengendalian inflasi, serta creative financing.
"Penghargaan ini diberikan untuk kepala daerah berprestasi pada empat bidang, yaitu penanganan pengangguran, kemiskinan dan stunting, pengendalian inflasi, serta creative financing," ujar Tito dalam sambutannya di Kendari, Jumat (29/5/2026).
Pada kategori Penurunan Tingkat Pengangguran, Sulawesi Barat berhasil meraih posisi terbaik di tingkat provinsi. Capaian ini mengungguli provinsi-provinsi lain yang ada di kawasan Sulawesi.
Pemprov Sulbar menilai, penghargaan ini menjadi indikator positif dari berbagai program pembangunan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Upaya penciptaan lapangan kerja yang terus didorong pemerintah daerah disebut menjadi faktor utama di balik prestasi tersebut.
Selain penghargaan tingkat provinsi, dua kabupaten di Sulawesi Barat juga mencatatkan prestasi. Kabupaten Polewali Mandar meraih peringkat kedua terbaik se-Regional Sulawesi dalam kategori Pengendalian Inflasi tingkat kabupaten.
Sementara itu, Kabupaten Mamasa berhasil meraih peringkat ketiga terbaik pada kategori Creative Financing tingkat kabupaten. Ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 ini merupakan bentuk penghargaan sekaligus insentif bagi daerah yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi pembangunan yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Prestasi yang diraih Sulawesi Barat ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan daerah. Pemerintah provinsi berkomitmen memperluas kesempatan kerja serta memperkuat kesejahteraan masyarakat di berbagai sektor ke depannya.