SULAWESI BARAT — Setelah hampir satu dekade absen, ponsel dengan keyboard QWERTY fisik ala BlackBerry kembali menjadi perbincangan di 2026. Bukan karena Research In Motion (RIM) merilis perangkat baru, melainkan karena sejumlah vendor pihak ketiga menghadirkan HP Android dengan keyboard built-in dan aksesori keyboard untuk ponsel modern. Data dari kampanye pendanaan menunjukkan respons pasar yang solid: lebih dari 9.000 pendukung mengumpulkan dana di atas USD 4 juta hanya untuk seri Titan 2 Elite di Kickstarter.
Berikut opsi yang tersedia bagi pembeli yang menginginkan keyboard fisik di genggaman, berdasarkan data dari peluncuran resmi dan kampanye crowdfunding:
Bagi yang tidak ingin mengganti ponsel utama, Clicks Technology menawarkan aksesori case keyboard yang terhubung melalui port USB-C atau Lightning. Perangkat ini mengubah layar sentuh iPhone atau ponsel Android tertentu menjadi perangkat mirip BlackBerry tanpa mengorbankan aplikasi dan kamera flagship. Produk ini tersedia secara terpisah dan sudah dipasarkan sejak 2024, dengan kompatibilitas untuk seri iPhone 15 dan 16 serta beberapa ponsel Android tertentu.
Fenomena ini tidak bisa direduksi sekadar nostalgia. Pengguna yang sering mengetik dokumen panjang atau email melaporkan bahwa keyboard fisik mengurangi risiko kesalahan ketik akibat bug keyboard virtual—seperti masalah keyboard di iOS yang dikeluhkan beberapa pengguna. Selain itu, bodi ponsel yang lebih tebal dengan keyboard memberikan pegangan lebih stabil saat mengetik dengan dua tangan. Bagi segmen tertentu, memiliki ponsel sekunder dengan keyboard fisik juga menjadi solusi untuk memisahkan komunikasi kerja dari hiburan di ponsel utama.
Dengan rentang harga Rp 3,8 juta hingga Rp 9,6 juta, ponsel-ponsel ini jelas bukan untuk semua orang. Produk ini paling cocok untuk profesional yang mengetik dalam volume tinggi setiap hari—jurnalis, customer service, atau pengelola media sosial—serta pengguna yang bosan dengan desain slab kaca yang seragam. Bagi pembeli di Indonesia, perlu dicatat bahwa sebagian besar perangkat ini hanya tersedia melalui pre-order langsung dari situs vendor atau kampanye Kickstarter, tanpa distributor resmi di dalam negeri. Pajak impor dan ongkos kirim perlu diperhitungkan sebelum memutuskan membeli.