ASDP Perluas Pola Merak-Bakauheni Usai Angkut 4,7 Juta Penumpang

Penulis: Fajar  •  Jumat, 08 Mei 2026 | 12:37:01 WIB
PT ASDP catat kenaikan penumpang 6,6% dengan 4,72 juta orang selama Angkutan Lebaran 2026.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat kenaikan jumlah penumpang sebesar 6,6% menjadi 4,72 juta orang selama periode Angkutan Lebaran 2026. Capaian ini mendorong perseroan mereplikasi pola operasi lintasan Merak-Bakauheni ke rute strategis lain guna mengurai kepadatan logistik. Langkah tersebut menjadi solusi permanen untuk mengatasi penumpukan kendaraan di titik krusial seperti Ketapang-Gilimanuk.

Lonjakan mobilitas masyarakat pada musim mudik tahun ini menjadi ujian sekaligus pembuktian bagi infrastruktur penyeberangan nasional. Sepanjang periode H-8 hingga H+8 Lebaran 2026, ASDP melayani 1,21 juta unit kendaraan di 15 lintasan pantauan nasional, atau tumbuh 8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, memberikan rapor hijau atas pengelolaan arus kendaraan yang dinilai semakin tertata. Menurutnya, keberhasilan di Merak-Bakauheni dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat akan menjadi referensi utama untuk penguatan layanan di lintasan penyeberangan lainnya.

"Pengelolaan arus kendaraan dan penumpang yang semakin tertata, penguatan koordinasi lintas stakeholder, serta optimalisasi layanan dinilai berhasil menjaga kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik dan arus balik," ungkap Dudy Purwagandhi dalam keterangan resminya, Jumat (8/5/2026).

Replikasi Pola Operasi di Jalur Padat

Fokus utama ASDP kini tertuju pada penguatan pola operasi di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Jalur yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali ini sempat mengalami kepadatan logistik dan kendala akses jalan pada puncak arus mudik lalu, sehingga memerlukan intervensi skema operasional yang lebih efektif dan terintegrasi.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menegaskan bahwa evaluasi dari Kementerian Perhubungan menjadi pijakan penting bagi perusahaan. ASDP berkomitmen mengadopsi skema pengelolaan arus yang sudah teruji di Merak untuk memastikan efisiensi distribusi barang dan kenyamanan penumpang di titik-titik jenuh.

"ASDP menyampaikan terima kasih atas dukungan dan apresiasi dari Bapak Menhub terhadap pelayanan Angkutan Lebaran yang telah berjalan baik. Evaluasi dan arahan yang diberikan menjadi pijakan penting bagi ASDP untuk terus memperkuat kualitas layanan penyeberangan nasional," ujar Heru Widodo.

Ekspansi Logistik dan Digitalisasi Layanan

Selain fokus pada angkutan penumpang, perusahaan pelat merah ini tengah memacu konektivitas logistik melalui pengembangan layanan Long Distance Ferry (LDF). Sejumlah rute potensial seperti Makassar-Semarang dan Panjang-Jakarta kini masuk dalam radar pengembangan untuk meningkatkan efisiensi distribusi barang antarwilayah.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa transformasi perusahaan saat ini bertumpu pada pembangunan sistem transportasi modern yang berbasis kebutuhan pengguna jasa. Digitalisasi layanan menjadi kunci untuk menciptakan pengalaman perjalanan yang tanpa hambatan (seamless) bagi masyarakat.

"ASDP terus memperkuat digitalisasi layanan, pengaturan arus kendaraan, serta kesiapan operasional secara menyeluruh agar masyarakat memperoleh pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan semakin seamless," jelas Windy.

Langkah penguatan operasional ini diharapkan mampu menekan biaya logistik nasional sekaligus mengantisipasi pertumbuhan volume kendaraan yang diprediksi terus meningkat setiap tahunnya. Keberhasilan skema integrasi di lintasan utama kini menjadi standar baru bagi layanan feri di seluruh Indonesia.

Reporter: Fajar
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top