MAMUJU — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Barat mengintensifkan sinergi dengan insan pers guna memastikan transparansi data ekonomi daerah sampai ke masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi instrumen penting dalam mengedukasi publik mengenai kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan di wilayah Bumi Manakarra.
Pihak BI Sulbar memandang media massa memiliki peran vital sebagai jembatan informasi. Tanpa dukungan pemberitaan yang faktual, berbagai analisis data dan kebijakan strategis yang dirumuskan bank sentral sulit menjangkau lapisan masyarakat secara efektif.
Dalam pertemuan yang berlangsung pada Jumat (07/05/26), terdapat sejumlah agenda krusial yang menjadi titik berat kolaborasi. Fokus pertama berkaitan dengan pembaruan data inflasi untuk memantau pergerakan harga komoditas pangan di pasar lokal serta langkah-langkah pengendaliannya.
Pihak bank sentral juga membedah sektor-sektor unggulan yang menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Hal ini mencakup upaya mendorong partisipasi masyarakat dalam program pemulihan ekonomi melalui pemberitaan yang edukatif dan objektif.
Sinergi ini juga menyasar penguatan kapasitas pelaku usaha lokal melalui program pendampingan UMKM binaan agar mampu menembus pasar digital. Edukasi mengenai penggunaan QRIS terus digencarkan untuk mempercepat terbentuknya ekosistem keuangan digital di Sulawesi Barat.
” Sinergi ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan upaya bersama untuk membangun optimisme ekonomi di Sulawesi Barat melalui pemberitaan yang edukatif dan faktual,” ujar Eka Putra Budi Nugraha Kepala perwakilan BI Sulbar dalam keterangannya.
Melalui keterbukaan informasi ini, masyarakat diharapkan dapat memahami kondisi ekonomi secara objektif. Langkah tersebut krusial untuk menjaga ekspektasi publik serta mendorong keterlibatan warga dalam program penguatan ekonomi daerah secara berkelanjutan.