SULAWESI BARAT — Argentina nyaris tersingkir lebih awal. Tertinggal dua gol hingga menit ke-79, juara bertahan harus bangkit melawan Mesir yang tampil solid di bawah mistar Mostafa Shoubir. Namun, kebangkitan khas Argentina di menit-menit akhir kembali terulang.
Dari Ketertinggalan Dua Gol ke Lolos Perempat Final
Mesir membuka keunggulan lewat sundulan Yasser Ibrahim pada menit ke-15. Shoubir, kiper Mesir, menjadi mimpi buruk bagi lini depan Argentina. Ia bahkan menggagalkan penalti Lionel Messi, membuat skor tetap 1-0 hingga turun minum.
Harapan Argentina hampir sirna ketika Mostafa Ziko menggandakan skor pada menit ke-67. Serangan balik cepat yang melibatkan Mohamed Salah membuat Argentina berada di ambang eliminasi. Skor 2-0 bertahan hingga 10 menit terakhir.
Cristian Romero memulai kebangkitan pada menit ke-79. Messi kemudian menyamakan kedudukan lima menit berselang. Momentum sepenuhnya berbalik ke tangan Argentina.
Sentuhan Enzo Fernandez: Kemenangan dan Rekor Abadi
Di masa tambahan waktu, tekanan Argentina tak kunjung mereda. Enzo Fernandez menjadi pahlawan setelah melepaskan tembakan yang tak mampu dihalau Shoubir. Gol di menit ke-90+2 itu mengunci kemenangan 3-2 dan tiket ke perempat final.
Lebih dari sekadar kemenangan, gol tersebut adalah gol ke-3.000 sepanjang sejarah Piala Dunia. Rekor ini menjadikan namanya abadi dalam buku sejarah turnamen sepak bola terbesar di dunia.
"Saya Sudah Menantikan Gol Itu Sejak Piala Dunia Qatar"
"Saya sudah menantikan gol itu selama sekitar tiga tahun, sejak Piala Dunia Qatar. Bisa merasakan momen seperti ini, sungguh saya bersyukur kepada Tuhan dan merasa sangat beruntung," ujar Enzo Fernandez usai pertandingan.
Ia juga memberikan apresiasi kepada rekan setim dan staf pelatih. "Kami memiliki kelompok yang luar biasa, kelompok yang tidak pernah menyerah apa pun kesulitan dan tantangan yang dihadapi. Kami selalu bersama," tambah gelandang berusia 24 tahun itu.
Dampak: Argentina Selamat, Mesir Pulang dengan Kepala Tegak
Kemenangan ini membuat Argentina melaju ke perempat final dan tetap menjadi kandidat kuat juara. Sementara itu, Mesir harus pulang setelah memberikan perlawanan sengit dan nyaris menciptakan salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026.
Bagi Enzo Fernandez, satu gol ini menghadirkan dua hadiah sekaligus: menyelamatkan negaranya dari eliminasi dan mengukir sejarah yang akan dikenang selamanya.