SULAWESI BARAT — Brasil kembali harus menelan pil pahit di Piala Dunia. Tim Samba dipulangkan lebih awal setelah takluk 2-1 dari Norwegia pada babak 16 besar, Minggu (waktu setempat). Kekalahan ini memperpanjang puasa gelar Brasil yang kini memasuki tahun ke-12 tanpa mahkota juara dunia.
Air Mata di Ruang Ganti: Pengakuan Jujur Cunha
Matheus Cunha menjadi salah satu pemain yang paling terpukul. Ia buka suara soal atmosfer ruang ganti setelah pertandingan. "Tanpa keraguan, hari ini pasti menjadi hari tersulit dalam hidup saya, secara profesional," ujarnya kepada Globo.
"Ada banyak kesedihan di ruang ganti. Banyak tangisan. Banyak rasa sakit. Yang terburuk adalah kami mengecewakan banyak orang dan itulah yang paling menyakitkan," tambah Cunha.
Dua Peluang Emas, Satu Kenyataan Pahit
Cunha juga mengomentari jalannya pertandingan. Ia menyoroti kegagalan timnya memanfaatkan peluang. "Kami punya peluang yang tidak kami konversi menjadi gol, sementara mereka punya peluang dan berhasil mencetak gol. Sulit untuk mencoba memahami semuanya, tetapi sayangnya, itu bagian dari sepak bola," katanya.
Brasil sebenarnya unggul lebih dulu lewat gol Neymar di masa injury time. Namun, gol tersebut hanya menjadi gol penghibur setelah Norwegia sudah unggul 2-0 lebih dulu. Kekalahan ini sekaligus menjadi penanda berakhirnya era Neymar di tim nasional Brasil, setelah ia mengumumkan pensiun dari Selecao.
Cunha, Satu-satunya Sinar Terang Brasil
Di tengah suramnya performa Brasil, Cunha menjadi salah satu pemain yang tampil menonjol. Penyerang berusia 27 tahun itu menjadi mesin gol tim asuhan Carlo Ancelotti dengan torehan tiga gol dalam tiga pertandingan fase grup. Ia mencetak dua gol ke gawang Haiti dan satu gol saat Brasil membantai Skotlandia 3-0. Namun, performa apik itu tak mampu menolong Brasil melangkah lebih jauh.
Kekalahan dari Norwegia memastikan Brasil gagal total di turnamen ini. Tim yang digadang-gadang sebagai kandidat kuat juara justru harus angkat koper lebih awal, meninggalkan kekecewaan yang mendalam bagi para pemain dan jutaan penggemar di seluruh dunia.