SULAWESI BARAT — Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (JAXA) meluncurkan wahana Martian Moons eXploration (MMX) menuju Phobos, satelit Mars, menggunakan roket H3 dari Pusat Antariksa Tanegashima. Misi antarplanet pertama roket H3 ini menargetkan wahana kembali ke Bumi pada 2031 dengan membawa sampel material Phobos untuk diteliti.
Wahana MMX lepas landas dari Tanegashima, Jepang barat daya, setelah roket H3 sempat gagal pada 2023. Peluncuran menuju Phobos menjadi ujian penting bagi keandalan roket buatan Jepang tersebut di jalur antariksa dalam.
MMX bertugas mengungkap asal-usul dua satelit Mars, Phobos dan Deimos, sekaligus memberi petunjuk soal pembentukan tata surya. Sampel material Phobos yang dibawa pulang akan diteliti untuk menjawab pertanyaan apakah kedua bulan Mars merupakan asteroid yang tertangkap gravitasi Mars atau terbentuk dari puing tabrakan.
Jawaban atas pertanyaan itu punya implikasi lebih luas: komposisi material Phobos bisa menyimpan jejak proses awal terbentuknya planet di tata surya.
JAXA menargetkan wahana MMX kembali ke Bumi pada 2031. Artinya, misi ini berlangsung sekitar satu dekade sejak peluncuran, mencakup perjalanan menuju orbit Mars, pengambilan sampel di Phobos, dan perjalanan pulang.
Roket H3 mengangkut MMX dari Pusat Antariksa Tanegashima. Peluncuran ini menandai langkah pertama H3 ke jalur antarplanet setelah kegagalan pada 2023.
Kegagalan H3 pada 2023 membuat Jepang kehilangan satu peluncuran satelit andalannya. Keberhasilan membawa MMX ke jalur menuju Mars menjadi pembuktian bahwa roket tersebut layak dipakai untuk misi sains berbiaya besar.
Bagi JAXA, misi MMX juga memperluas portofolio eksplorasi antariksa Jepang, yang sebelumnya dikenal lewat misi Hayabusa ke asteroid. Kali ini targetnya satelit planet lain, dengan tingkat kesulitan navigasi dan pengambilan sampel yang berbeda.
Misi pengambilan sampel dari satelit Mars menempatkan Jepang di jalur yang belum banyak ditempuh negara lain. Sebagian besar misi Mars berfokus pada permukaan planet, bukan bulan-bulannya.
Keberhasilan MMX membawa sampel Phobos ke Bumi pada 2031 akan memberi JAXA data yang tidak dimiliki badan antariksa lain, sekaligus memperkuat posisi Jepang dalam riset tata surya.