SULAWESI BARAT — PT Nusantara Regas menyalurkan 96,5 juta MMBTU gas bumi atau setara 33 kargo LNG ke pembangkit listrik dan industri di Jakarta serta Jawa bagian barat hingga Triwulan III 2026. Capaian operasional itu ditopang tingkat kesiapan fasilitas FSRU sebesar 96 persen dan rekor 1,02 juta jam kerja aman sepanjang Januari–September.
Anak perusahaan Pertamina itu menerima 96.707.127 MMBTU LNG dan menyerahkan 96.548.452 MMBTU ke pelanggan sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Selisih kecil antara pasokan masuk dan keluar menunjukkan proses regasifikasi di Fasilitas FSRU Nusantara Regas Satu berjalan nyaris tanpa susut berarti.
Direktur Utama Nusantara Regas Mohd. Iskandar Mirza menyebut angka itu sebagai modal perusahaan menjaga keandalan pasokan hingga akhir tahun. Kebutuhan gas bumi yang terus tumbuh, menurut dia, menuntut kesiapan fasilitas dan kelancaran penyaluran energi.
"Kinerja positif hingga Triwulan III 2026 menjadi motivasi bagi NR untuk terus menjaga keandalan operasional hingga akhir tahun," ujar Mirza dalam keterangan resmi, Selasa (20/10).
Plant Availability Factor (PAF) Nusantara Regas mencapai 96 persen hingga September 2026. Angka itu mengukur seberapa besar waktu fasilitas regasifikasi benar-benar siap beroperasi sepanjang periode.
Fasilitas yang dimaksud adalah Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) Jawa Barat di Perairan Teluk Jakarta, ditambah Onshore Receiving Facilities Muara Karang, DKI Jakarta. Dari dua titik itu, LNG diubah menjadi gas bumi untuk pembangkit listrik dan industri konsumen PGN strategis.
Peran fasilitas tersebut vital bagi pasokan energi Jakarta dan Jawa bagian barat. Gangguan di satu unit regasifikasi bisa langsung merembet ke pasokan listrik wilayah padat penduduk itu.
Sepanjang Januari–September 2026, Nusantara Regas mencatat 1.019.352 jam kerja aman. Sejak 2011 hingga September 2026, akumulasinya mencapai 15.846.059 jam kerja aman.
Mirza menilai capaian itu lahir dari disiplin seluruh Perwira NR yang berjaga 24 jam. "Komitmen mereka menjadi kekuatan utama perusahaan dalam memastikan pasokan gas bumi tetap terjaga untuk mendukung kebutuhan energi masyarakat," katanya.
Perusahaan juga memakai standar internasional untuk menjaga kinerja keselamatan dan keberlangsungan usaha, yakni ISO 45001:2018 untuk Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta ISO 22301:2019 untuk Sistem Manajemen Keberlangsungan Bisnis.
Di sisi manajemen risiko, Risk Maturity Index (RMI) tahun buku 2025 Nusantara Regas tercatat 4,22 atau kategori Praktik Sangat Baik. Angka itu melampaui target 3,9 dan menempatkan perusahaan di peringkat keempat anak perusahaan Pertamina Group.
Di tingkat anak perusahaan dan afiliasi subholding Pertamina, posisinya pertama. Direktur Manajemen Risiko Ali Azmy juga meraih penghargaan Most Committed GRC Leader 2026, sementara perusahaan mendapat predikat Star 5 pada TOP GRC Awards 2026.
Dari sisi kepatuhan, Nusantara Regas menerima penghargaan Most Strategic Enterprise in Regulatory Compliance kategori Diamond pada Indonesia Regulatory Compliance Awards 2026 untuk sektor minyak dan gas. Program CSR-nya juga diganjar TOP CSR Awards 2026 Corporate Level Star 5, dengan Mirza menerima TOP Leader on CSR Commitment 2026.
Nusantara Regas didirikan bersama PT Perusahaan Gas Negara Tbk sebagai afiliasi Pertamina. Kombinasi keandalan fasilitas, budaya keselamatan, dan tata kelola yang rapi menjadi bekal perusahaan menjaga posisinya sebagai simpul pasokan gas bumi di jantung permintaan energi nasional.