SULAWESI BARAT — Hangtuah memanfaatkan turnamen pramusim All Indonesian 2026 di Bogor sebagai ajang membangun fondasi dan chemistry tim sebelum IBL 2027 bergulir Januari mendatang. Persiapan singkat sekitar satu setengah bulan membuat pelatih Raden Yohanes Kristian mengejar ketertinggalan dengan skema rekrutmen cepat.
Turnamen yang berlangsung 24 Oktober hingga 1 November di Bogor itu jadi panggung pertama bagi skuad anyar Hangtuah. Manajemen menyebut pramusim bukan soal target hasil, melainkan kesempatan melihat sejauh mana fondasi awal terbentuk.
Raden Yohanes Kristian tidak menutup fakta bahwa timnya baru mulai bersiap sekitar satu setengah bulan lalu. Rekrutmen yang berjalan cepat jadi kunci agar Hangtuah tetap bisa tampil di pramusim.
"So far memang persiapan kami belum sempurna, tapi ya dengan waktu yang ada kami coba mengejar lah, coba catching up," kata Raden dalam jumpa pers pengenalan pemain di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (17/10/2026).
Fokus utama di All Indonesian, menurut Raden, adalah mengukur fondasi awal tim. Ia menyebut prosesnya seperti memulai ulang, memadukan pemain rekrutan baru dengan pemain yang masih bertahan.
"Ini kan kalau dibilang kami reset lagi. Mengawali lagi dari pemain-pemain yang kami rekrut, berkolaborasi dengan pemain yang masih stay juga. Jadi saya mau lihat fondasi awal kami itu sejauh mana untuk liga nanti," tuturnya.
Salah satu rekrutan terbaru, Teemo Tan, menyoroti chemistry sebagai kunci adaptasi. Mantan pemain Prawira Bandung itu menegaskan akan menjalani instruksi pelatih tanpa ragu.
"Lebih ke chemistry juga. Saya sebagai pemain fully trust ke coaches, apapun instruksinya tanggung jawab saya menjalani dengan 120 persen," ujar Teemo.
Keputusan bergabung dengan Hangtuah disebut Teemo sebagai kesempatan terbaik yang ia dapat. Faktor lain yang membuatnya mantap adalah peluang kembali ke Bandung, kota yang ia anggap rumah.
"Bisa dibilang alasannya secara garis besar, Hangtuah kasih kesempatan yang paling bagus lah dibanding semuanya. Terus bertambah lagi karena ada kesempatan buat kembali ke Bandung, kok enak?" ujar Teemo.
"Karena Bandung tuh sudah bisa dibilang jadi rumah buat saya, jadi kayak buat membela Bandung tuh sesuatu hal yang sangat besar buat saya," lanjutnya.
Hangtuah tengah berupaya memindahkan kandang dari Jakarta ke Bandung. Langkah itu sejalan dengan kehadiran Teemo yang pernah membela Prawira dan mengenal betul atmosfer basket Kota Kembang.
Di pramusim, manajemen tidak membebani tim dengan target tinggi. Raden menyebut tim akan menjalani laga secara game by game dengan performa dan keselamatan pemain sebagai perhatian utama.
"Kami jalani game by game dengan semaksimal mungkin. Yang penting selain performa bagus, keselamatan pemain juga lebih penting menuju liga," kata Raden.
Untuk IBL 2027 yang dimulai Januari, Hangtuah membidik posisi lebih baik dari musim lalu. Catatan musim sebelumnya menempatkan Hangtuah di peringkat ketujuh.
"Target dari manajemen adalah peringkat yang lebih baik dari tahun lalu," pungkas Raden.