SULAWESI BARAT — Aldi Satya Mahendra berpeluang menambah jumlah pebalap Indonesia di kelas Moto2 setelah tampil kompetitif di World Supersport bersama Yamaha. Managing Director Yamaha Motor Racing Paolo Pavesio menyebut Aldi sebagai pebalap yang sangat berarti bagi Yamaha, sementara YIMM memproyeksikan langkah ke Moto2 pada 2028. Target antara sudah dipasang: Aldi harus masuk tiga besar World Supersport lebih dulu.
Proyeksi itu muncul dari dua pihak sekaligus dalam gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (10/10/2026). Paolo Pavesio berbicara soal posisi Aldi di struktur pembinaan Yamaha, sedangkan Wahyu Rusmayadi dari PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing membeberkan peta jalan menuju Moto2.
Aldi saat ini berlaga di World Supersport dan disebut sedang bersaing di kelompok 10 besar. Posisi itu menjadi dasar penilaian bahwa dia layak dipertimbangkan untuk naik kelas dalam beberapa musim ke depan.
Paolo menempatkan Aldi sebagai sosok penting dalam program balap Yamaha. Status juara dunia pertama asal Indonesia menjadi salah satu alasan mengapa Yamaha mendorong kariernya naik ke Supersport.
"Untuk saat ini, seperti yang Anda tahu, Aldi adalah pembalap yang sangat berarti buat Yamaha. Dia adalah juara dunia pertama Indonesia. Kami telah mempromosikannya ke Supersport, yang memang dia layak dipromosikan ke Supersport. Saya suka dia terus berkembang, untuk menjadi lebih profesional dan menunjukkan kecepatan. Dan saya pikir dia masih muda," kata Paolo.
Selain Aldi, Yamaha menyiapkan program balapan junior tingkat regional. Paolo menyebut dari jalur itu bisa muncul rider Indonesia lain yang lebih muda, bahkan mereka yang kini masih berusia 13 atau 14 tahun.
"Mungkin pembalap Indonesia berikutnya yang sekarang umurnya 14 tahun, 13 tahun, dia akan menjadi orang yang memulai Moto3," ujarnya.
Wahyu Rusmayadi menegaskan Aldi tidak bisa langsung melompat ke Moto2 tanpa modal prestasi. Yamaha Indonesia menetapkan syarat bertahap, dimulai dari performa konsisten di World Supersport musim depan.
"Jadi harapannya dengan Aldi bisa lebih baik di tahun depan, targetnya adalah bisa top three championship sehingga mulai dari free practice, kemudian persiapan kita, kemudian program, itu bisa mendukung Aldi untuk bisa step up ke Moto2," ujar Wahyu.
Menurut Wahyu, Aldi punya peluang sebagai kandidat pebalap Moto2 setidaknya untuk tahun 2028. Untuk musim 2027, targetnya lebih dulu menjadi penantang podium atau kemenangan di World Supersport.
"Tahun 2027 targetnya harus bisa jadi podium atau winner contender lah ya (di World Supersport). Sehingga dari situ, jadi punya potensi besar sebagai Indonesian hero, masuk ke dalam Moto2 tuh dengan prestasi langsung, ada di let's say di top three," sebut Wahyu.
Wahyu menyoroti perubahan kapasitas mesin di lintasan balap sebagai faktor yang menguntungkan Aldi. Motor MotoGP kini berkapasitas 850 cc, sementara Aldi terbiasa menunggangi motor 900 cc di World Supersport.
"Juga karena ada perubahan konfigurasi mesin dari mulai Moto3, kemudian Moto2, lalu MotoGP itu adalah timing yang bagus. Karena dengan motor MotoGP yang hanya 850 cc, Aldi yang terbiasa dengan 900 cc, artinya sudah punya modal, sehingga nanti tinggal bagaimana formulanya ataupun programnya yang bisa nanti step up lagi ke MotoGP," pungkas Wahyu.
Dengan peta jalan itu, jalur Aldi menuju Moto2 bergantung pada hasil World Supersport 2027. Jika target tiga besar tercapai, Yamaha Indonesia menyatakan siap mendukung langkah berikutnya.