Dolby Digital Plus vs Dolby Digital 5.1: Pahami Bedanya Sebelum Atur Soundbar

Penulis: Fajar  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 01:22:01 WIB
Petugas menunjukkan pengaturan audio Dolby Digital Plus pada perangkat soundbar di Sulawesi Barat.

SULAWESI BARAT — Perbedaan nama sering bikin bingung: Dolby Digital 5.1 terdengar seperti standar, sementara Dolby Digital Plus seperti versi yang lebih baik. Di lapangan, keduanya punya peran yang berbeda. Dolby Digital adalah format lama yang mentok di 5.1 channel, sedangkan Dolby Digital Plus bisa membawa 5.1, 7.1, bahkan data Dolby Atmos. Artinya, DD+ memang lebih mumpuni secara teknis, tapi label "Plus" tidak otomatis menjamin suara surround yang lebih mantap di setiap konten.

Memahami Angka 5.1 dan 7.1 pada Sistem Suara

Angka pada sistem surround menunjukkan jumlah saluran audio. Dalam tata letak 5.1, ada lima saluran utama untuk speaker depan kiri, tengah, depan kanan, surround kiri, dan surround kanan. Adapun angka ".1" merujuk pada saluran efek frekuensi rendah yang biasanya diisi oleh subwoofer untuk ledakan atau dentuman bass.

Dolby Digital, yang juga dikenal sebagai AC-3, mendukung format dari mono hingga konfigurasi 5.1 penuh. Format ini identik dengan era DVD, siaran televisi digital, dan perangkat home theater generasi awal. Sama seperti penerusnya, Dolby Digital menggunakan kompresi lossy yang membuang sebagian data audio demi memperkecil ukuran file.

Kelebihan Dolby Digital Plus untuk Streaming

Dolby Digital Plus atau E-AC-3 tetap memakai kompresi lossy, namun mendukung hingga 7.1 channel. Susunan 7.1 menambah dua saluran surround tambahan di belakang pendengar, menciptakan pemisahan suara yang lebih luas. Perlu dicatat, format ini juga bisa membawa sinyal 5.1 biasa, jadi logo DD+ tidak selalu berarti konten tersebut menggunakan saluran penuh.

Format ini memang dirancang untuk layanan streaming, on-demand, dan konten unduhan. Netflix dan layanan serupa mengandalkan Dolby Digital Plus untuk mengirim audio multichannel. Efisiensi kompresinya membuat audio surround tetap bisa dikirim stabil melalui koneksi internet.

Hubungan Dolby Digital Plus dengan Dolby Atmos

Dolby Digital Plus juga menjadi wadah untuk Dolby Atmos. Atmos berbeda dari sistem channel biasa karena menyimpan data posisi objek suara di ruang tiga dimensi. Data ini memungkinkan perangkat yang kompatibel menyesuaikan output dengan konfigurasi speaker yang ada.

Namun, Atmos dan Dolby Digital Plus bukanlah hal yang sama. Layanan streaming memakai DD+ untuk mengirim Atmos, sementara cakram Blu-ray bisa menggabungkan Atmos dengan Dolby TrueHD. TrueHD adalah format lossless yang mempertahankan seluruh data audio tanpa membuang informasi apa pun saat kompresi.

Pilihan Tepat untuk Perangkat Lama dan Baru

Jika TV, perangkat streaming, dan soundbar mendukung Dolby Digital Plus, biarkan pengaturan ini aktif. DD+ mampu memutar konten 5.1 biasa dan secara otomatis memanfaatkan 7.1 atau Atmos saat sumbernya tersedia. Tidak perlu beralih ke Dolby Digital standar hanya karena sistem speaker di rumah masih 5.1.

Dolby Digital tetap jadi pilihan aman untuk perangkat lawas. Konten DD+ bisa dikonversi menjadi Dolby Digital agar bisa diputar di sistem lama, tapi dekoder Dolby Digital tidak bisa membaca bitstream DD+ secara langsung. Proses konversi ini harus dilakukan oleh perangkat perantara seperti TV, streaming box, atau pemutar Blu-ray sebelum sinyal dikirim ke perangkat audio lama.

Kesimpulannya, aktifkan Dolby Digital Plus jika semua perangkat di rantai audio mendukungnya. Baru beralih ke Dolby Digital standar ketika kompatibilitas dengan hardware lama menjadi prioritas utama.

Reporter: Fajar
Sumber: engadget.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top