MAMUJU — Kebakaran lahan yang terjadi di Jalan Abdul Malik Pattana Endeng, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 13.30 WITA, berhasil dikendalikan dalam waktu kurang lebih satu jam. Personel gabungan dari Korem 142/Tatag, Damkar Kabupaten Mamuju, dan Damkar BPBD bahu-membahu menjinakkan si jago merah sebelum merembet ke permukiman warga.
Lokasi kebakaran yang berada tidak jauh dari Makorem 142/Tatag membuat proses mobilisasi alat pemadam berjalan cepat. Api yang diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah oleh seorang warga dengan cepat menjalar karena kondisi lahan yang mudah terbakar.
Danrem 142/Tatag Brigjen TNI Hartono, didampingi Kasi Intel Kasrem 142/Tatag Letkol Inf Fahmil Haris, tidak hanya memantau dari kantor. Keduanya turun langsung ke lokasi dan memimpin jalannya pemadaman. Kehadiran pimpinan di tengah situasi darurat ini mempercepat koordinasi antarinstansi di lapangan.
“Setiap informasi terkait kejadian di wilayah harus segera direspons. Prajurit harus selalu siap membantu masyarakat dan bersinergi dengan instansi terkait dalam penanganan setiap permasalahan di lapangan,” ujar Brigjen TNI Hartono dalam keterangannya.
Kebakaran bermula dari aktivitas seorang warga yang membakar sampah di sekitar lokasi. Tiupan angin dan kondisi lahan kering membuat api dengan cepat membesar dan merambat ke lahan milik Bapak Syawal. Jika tidak segera ditangani, api berpotensi menyebar ke area yang lebih luas dan membahayakan permukiman di sekitarnya.
Respons cepat ditunjukkan prajurit Korem 142/Tatag dengan mengerahkan kendaraan pemadam kebakaran (Damkar) milik satuan menuju titik api. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan unsur pemadam kebakaran dinilai menjadi kunci utama keberhasilan pengendalian api.
Pasca kejadian, Korem 142/Tatag mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan pembakaran sampah. Aktivitas ini sebaiknya dihindari terutama di area yang berdekatan dengan lahan kering dan permukiman warga.
Keberhasilan pemadaman ini menjadi bukti nyata kesiapsiagaan TNI AD dalam membantu masyarakat menghadapi kejadian yang mengancam keselamatan jiwa dan lingkungan. Peristiwa ini juga menegaskan pentingnya koordinasi cepat antara aparat kewilayahan dan instansi terkait dalam penanganan bencana di Sulawesi Barat.