Usai Gempa Guncang Flores, Menteri PU Dody Hanggodo Pantau Langsung Penanganan Darurat di Labuan Bajo

Penulis: Fajar  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 00:08:32 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo menghadiri rapat koordinasi darurat pascagempa Magnitudo 7,7 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Minggu (16/8/2026).

LABUAN BAJO — Menteri PU Dody Hanggodo memantau langsung penanganan darurat gempa Magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, NTT, dalam rapat koordinasi di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Minggu (16/8/2026).

Rakor dipimpin Menko PMK Pratikno, diikuti sejumlah menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, unsur TNI dan Polri, serta kepala daerah setempat, dengan agenda membahas perkembangan lapangan dan percepatan penanganan kebutuhan warga.

Air bersih jadi salah satu fokus penanganan. Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU menyiagakan tiga unit Mobil Tangki Air (MTA) di Kabupaten Nagekeo — dua unit di lokasi, satu unit pinjam pakai dari penanganan banjir Mauponggo — dilengkapi 16 unit hidran umum (HU), terdiri dari 8 unit baru dan 8 unit pinjam pakai dari penanganan banjir yang sama.

Sementara itu, Menteri Dody melaporkan progres penanganan jalan dan jembatan terdampak lewat Unit Pelaksana Teknis (UPT) di NTT.

"Pagi tadi kami sudah cek kondisi di lapangan. Untuk beberapa titik sudah mulai tertangani, tetapi masih ada yang perlu kami selesaikan. Ada satu jembatan yang masih harus ditangani dan kami terus berpacu agar bisa segera ditangani," kata Menteri Dody.

"Kami sudah koordinasikan dengan teman-teman balai (UPT) untuk bergerak ke titik-titik yang membutuhkan penanganan. Kalau ada kebutuhan tambahan, kami siap membantu dan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga lain," kata Dody Hanggodo.

"Yang penting sekarang bagaimana kebutuhan masyarakat bisa segera kita layani," ujar Menteri Dody.

Menteri Dody menegaskan pentingnya kerja bersama lintas kementerian dan lembaga, termasuk pemerintah daerah, TNI, dan Polri, dalam penanganan bencana ini. UPT di NTT dipastikan terus memantau kondisi infrastruktur terdampak dan mempercepat penanganan titik yang mengganggu konektivitas, demi menjaga akses masyarakat dan distribusi bantuan tetap berjalan selama masa tanggap darurat pascagempa Flores.

Reporter: Fajar
Back to top