SULAWESI BARAT — Kehadiran Snapdragon C di pasar laptop adalah langkah menarik dari Qualcomm. Chipset ini membawa prosesor ARM octa-core dengan clock speed hingga 3.0 GHz dan GPU Adreno yang berjalan sampai 900 MHz. Acer Aspire Go 15 AG15-Q31P jadi pionir yang memakai chipset ini, dan ini bukan sekadar laptop murah biasa — ini ujian pertama bagi Qualcomm untuk bersaing di segmen yang selama ini dikuasai Intel dan AMD.
Namun, ada catatan penting: Qualcomm tidak menyebutkan angka TOPS untuk NPU di chipset ini. Jadi klaim "AI on-device" yang digembar-gemborkan harus kita uji sendiri — apakah sekadar fitur gimmick atau benar-benar berguna untuk workload harian.
Bobot 1,34 kg untuk laptop 15,6 inci adalah angka yang cukup impresif. Acer juga membekali Aspire Go 15 dengan engsel yang dirancang untuk mengangkat bagian belakang keyboard saat layar dibuka — ini membantu posisi mengetik lebih ergonomis. Sayangnya, untuk mencapai ketipisan ini, ada pengorbanan di sektor keyboard: tidak ada backlit. Kalau kamu sering bekerja di ruangan redup atau kafe di malam hari, ini akan terasa merepotkan.
Layarnya sendiri berukuran 15,6 inci Full HD dengan aspek rasio 16:9 dan bezel tipis. Di atas kertas, ini standar untuk kelasnya. Tapi perlu diingat, aspek rasio 16:9 berarti ruang vertikal lebih sempit dibanding laptop modern yang mulai beralih ke 16:10 — untuk scroll dokumen atau browsing, ini terasa kurang lega.
Untuk konektivitas, Acer melengkapi laptop ini dengan 2x USB-C, USB-A, HDMI 1.4, dan jack audio 3.5mm. Wi-Fi 6E dan Bluetooth 5.4 juga sudah termasuk. Sayangnya, HDMI 1.4 berarti kamu tidak bisa mencolok ke monitor 4K 60Hz — ini batasan yang perlu kamu sadari kalau punya rencana pakai monitor eksternal.
Webcam 1080p dan dual speaker adalah standar yang wajar di kelas harga ini. Kapasitas baterai 53Wh juga terbilang normal untuk laptop 15,6 inci — tapi kita belum tahu bagaimana efisiensi Snapdragon C dalam pemakaian nyata, karena ARM biasanya unggul di sini.
Di Inggris, laptop ini dibanderol 499 pounds atau sekitar Rp 12 jutaan. Ini harga yang menarik untuk laptop dengan Snapdragon C dan SSD 512GB. Namun, ada beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan sebelum membeli.
RAM 8GB adalah angka minimum untuk laptop di tahun 2026. Kalau kamu membuka banyak tab browser atau kerja dengan aplikasi berat, ini bakal cepat penuh. Dan tanpa keyboard backlit, laptop ini kurang cocok untuk kamu yang sering bekerja di luar ruangan dengan pencahayaan minim.
Acer Aspire Go 15 AG15-Q31P adalah pilihan menarik kalau kamu butuh laptop ringan, tipis, dengan baterai yang kemungkinan besar awet berkat arsitektur ARM. Harga Rp 12 jutaan untuk SSD 512GB dan layar 15,6 inci juga terbilang kompetitif.
Namun, laptop ini kurang cocok untuk kamu yang butuh performa multitasking berat — RAM 8GB jadi batasannya. Dan kalau kamu sering mengetik di tempat gelap, ketiadaan backlit bisa jadi dealbreaker. Untuk pelajar, pekerja kantoran dengan workload ringan, atau mereka yang prioritas utamanya portabilitas dan baterai, laptop ini layak masuk daftar. Tapi untuk kreator konten atau programmer yang butuh daya komputasi besar, cari opsi lain.