MAMASA — Kobaran api yang sempat dinyatakan padam kembali muncul di lereng perbukitan Dusun Kanan Rirang. Petugas gabungan dari Polsek dan Polres Mamasa, Damkar, BPBD, serta warga bergerak setelah menerima laporan api menyala lagi.
Medan terjal memaksa petugas berjalan kaki menuju titik api. Alat pemadam yang tersedia terbatas, sementara warga menyuplai air memakai mesin generator.
Dua Kali Padam, Dua Kali Menyala
Api pertama kali terlihat sekitar pukul 13.00 WITA. Dalam empat jam, petugas berhasil memadamkannya setelah sekitar 6 hektare lahan terbakar.
Belum lama berselang, sekitar pukul 18.00 WITA, api kembali terlihat di kawasan lain. Kobaran itu meluas karena lokasinya tidak bisa dijangkau kendaraan pemadam.
Pemadaman total baru tercapai sekitar pukul 23.50 WITA. Hingga malam, petugas masih memantau lokasi untuk mengantisipasi bara yang bisa memicu kebakaran baru.
Sekat Bakar Dibuat demi Lindungi Rumah Warga
Di tengah upaya pemadaman, petugas dan warga membersihkan semak di sekitar permukiman. Langkah itu untuk membuat sekat bakar karena api dikhawatirkan menjalar ke rumah warga yang berjarak beberapa ratus meter dari titik kebakaran.
Lahan yang terbakar meliputi area non-produktif, kebun warga, serta kawasan yang ditumbuhi semak belukar, pohon pinus, dan bambu. Tidak ada korban jiwa, namun satu kuburan tua di sekitar lokasi ikut terbakar. Kerugian materiil lainnya masih didata.
Medan Terjal dan Air Terbatas Jadi Kendala
Bhabinkamtibmas Desa Rambusaratu Brigpol Sukriyadi Syam menyatakan pihaknya bersama personel Polsek dan Polres Mamasa, Damkar, BPBD serta warga melakukan pemadaman setelah menerima laporan api kembali menyala.
Pemadaman terkendala medan yang terjal, sumber air yang terbatas, serta tidak adanya alat berat di lokasi.
Penyebab kebakaran masih diselidiki. Dugaan sementara mengarah pada aktivitas warga membuka lahan dengan cara dibakar.
Kapolsek Mamasa Iptu Bongalangi mengimbau warga berhati-hati saat membuka lahan dan tidak melakukan pembakaran yang dapat memicu kebakaran meluas.