MAMUJU TENGAH — Ketua PMI Mamuju Tengah Hj. Asriani Arsal menyebut pembentukan Kampung Donor Darah di Desa Palongaan sebagai langkah strategis mengantisipasi krisis stok darah di RSUD, terutama saat situasi darurat medis. Ia berharap inisiatif ini memicu gerakan serupa di wilayah lain.
"Semoga ke depan, target 'satu kecamatan satu Kampung Donor Darah' bisa terwujud," ujar Asriani saat ditemui di lokasi acara.
Berjarak 10-15 Kilometer dari Pusat Pemerintahan
Desa Palongaan berada sekitar 10-15 kilometer dari Kantor Bupati Mamuju Tengah. Posisi itu menempatkan desa ini di garda terdepan dukungan fasilitas kesehatan daerah.
Kehadiran Kampung Donor Darah memangkas mata rantai koordinasi antara warga, fasilitas kesehatan, dan PMI. Warga tak lagi harus menunggu permintaan darah datang dari luar desa.
Istri Bupati Mamuju Tengah Arsal Aras itu mengimbau warga Desa Palongaan tidak ragu mendonorkan darah. Menurutnya, setetes darah yang dibagikan berdampak langsung bagi kemanusiaan.
Pengurus Baru Diminta Aktif Gerakkan Warga
Kepada pengurus yang baru dilantik, Asriani berpesan agar mereka sigap menjalankan program dan tidak lelah mengedukasi masyarakat.
"Pengurus yang baru dilantik diharapkan lebih aktif menggerakkan warga, sehingga ketersediaan stok darah di RSUD selalu terjaga dan siap kapan pun dibutuhkan," tegasnya.
Dukungan datang dari pemerintah daerah. Kepala Dinas Kesehatan Mamuju Tengah Setya Bero menyatakan kesiapan instansinya bersinergi erat dengan pengurus Kampung Donor Darah Desa Palongaan.
Basis Data Digital Pendonor Jadi Kunci
Setya menekankan pentingnya pembuatan basis data digital yang memuat profil warga yang telah lolos screening dan bersedia menjadi pendonor sukarela. Data itu mencakup nama, jenis kelamin, golongan darah, hingga kontak yang dapat dihubungi.
"Dengan database ini, begitu ada pasien di RSUD yang membutuhkan pasokan darah mendesak, data bisa langsung diakses. Pengurus dan pendonor yang bersangkutan dapat segera dihubungi sesuai kebutuhan kriteria darah pasien," terang Setya.
Pembentukan Kampung Donor Darah di Desa Palongaan tercatat sebagai yang pertama di Kabupaten Mamuju Tengah sekaligus di lingkup Provinsi Sulawesi Barat. Selain donor darah massal, rangkaian acara di Balai Desa Palongaan juga diisi pemeriksaan kesehatan gratis dan cek golongan darah bagi warga setempat.