SULAWESI BARAT — Laba bersih operator pelat merah ini ikut terkerek naik 8,3 persen menjadi Rp10,4 triliun, ditopang pertumbuhan bisnis mobile dan digital yang berjalan beriringan. Angka ini menjadi sinyal positif bagi industri telekomunikasi nasional di tengah kebutuhan masyarakat akan layanan digital yang terus meningkat.
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, mengapresiasi seluruh pemangku kepentingan atas pencapaian tersebut. Ia secara khusus menyebut peran Danantara Indonesia dalam memperkuat arah transformasi Telkom Group sebagai strategic holding digital nasional.
"Capaian Semester I 2026 merupakan hasil dari kepercayaan pelanggan serta kerja bersama seluruh insan Telkomsel untuk terus melayani dengan sepenuh hati. Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan, Telkom Indonesia sebagai perusahaan induk, serta Danantara Indonesia yang terus memperkuat arah transformasi, tata kelola, dan daya saing Telkom Group," ujar Nugroho dalam keterangan resminya, Sabtu (1/8/2026).
Bisnis Digital dan Mobile Jadi Mesin Pertumbuhan
Kinerja keuangan yang solid ini tidak lepas dari kinerja segmen mobile yang tumbuh 5,6 persen menjadi Rp42,8 triliun. Adapun bisnis digital mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi, yakni 11 persen menjadi Rp40,8 triliun, menandakan pergeseran perilaku pelanggan ke layanan berbasis internet.
Konsumsi data pelanggan pun naik 0,8 persen menjadi 11,8 juta terabyte. Angka ini mencerminkan meningkatnya ketergantungan masyarakat pada konektivitas digital untuk bekerja, belajar, hingga menjalankan usaha.
Marjin EBITDA turut membaik dari 44,6 persen menjadi 46,9 persen, dengan nilai absolut Rp26,1 triliun. Nugroho menjelaskan, transformasi yang dijalankan Telkom Group di bawah Danantara mendorong optimalisasi aset dan organisasi yang lebih adaptif.
ARPU Naik, Jaringan Makin Luas
Dari sisi pelanggan, rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU) layanan mobile meningkat 9 persen menjadi Rp45,6 ribu. Total pelanggan Telkomsel hingga akhir Juni 2026 mencapai 153,5 juta, menunjukkan produktivitas pelanggan yang semakin baik.
Untuk memastikan kualitas layanan, Telkomsel telah mengoperasikan sekitar 301 ribu Base Transceiver Station (BTS) hingga akhir Juni 2026. Rinciannya, sekitar 246 ribu BTS 4G, 6 ribu BTS 5G, dan 49 ribu BTS 2G yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Pada segmen fixed broadband, perusahaan melakukan kalibrasi strategis untuk membangun basis pelanggan yang lebih sehat. Hasilnya, tercatat sekitar 9,5 juta pelanggan dengan pendapatan tumbuh 0,6 persen secara kuartalan. ARPU segmen ini meningkat 3,4 persen menjadi Rp210,8 ribu, sementara tingkat penetrasi layanan konvergensi mencapai sekitar 65 persen.
Strategi Ke Depan: Jaringan Andal dan Layanan Konvergen
Ke depan, Telkomsel berkomitmen memperkuat kualitas jaringan dan mengoptimalkan layanan fixed broadband. Perusahaan juga akan menghadirkan solusi konvergensi yang semakin relevan bagi kebutuhan rumah tangga dan bisnis.
"Sebagai penyedia layanan telekomunikasi digital terdepan, tanggung jawab kami adalah memastikan transformasi benar-benar terasa oleh pelanggan melalui jaringan yang semakin andal, layanan yang lebih praktis, perlindungan digital yang semakin kuat, dan pengalaman yang terus membaik," pungkas Nugroho.
Dengan fundamental bisnis yang semakin kokoh, Telkomsel optimistis mampu berkontribusi terhadap percepatan transformasi digital nasional. Dukungan Danantara Indonesia disebut menjadi katalis yang memperkuat posisi perusahaan di industri telekomunikasi tanah air.