MAMUJU — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai PDRB Pengeluaran Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) Sulawesi Barat pada 2025 mencapai 9.949,83 Rp juta. Angka ini turun tipis 0,96 persen atau setara 96,38 Rp juta dibandingkan posisi tahun 2024.
Sepanjang periode 2010 hingga 2025, PMTB daerah ini menunjukkan tren naik dengan rata-rata pertumbuhan tahunan 5,51 persen. Namun, dalam lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan hanya mencapai 2,51 persen, lebih rendah dibanding rata-rata pertumbuhan tahunan jangka panjang.
Puncak dan Palung Investasi Modal Sulbar
Puncak nilai PMTB Sulawesi Barat terjadi pada 2024 dengan angka 10.046,21 Rp juta. Sebaliknya, titik terendah tercatat pada awal periode pencatatan di tahun 2010. Kenaikan tertinggi sepanjang sejarah terjadi pada 2011 yang melesat 14,83 persen, sedangkan penurunan terdalam terjadi pada 2020 yang ambles 8,51 persen.
Dari total 16 tahun pencatatan, BPS mencatat 12 periode pertumbuhan positif dan hanya tiga periode penurunan. Rata-rata pertumbuhan tiga tahun terakhir bahkan lebih rendah, hanya 1,74 persen.
Peringkat Nasional dan Regional
Pada 2025, Sulawesi Barat menempati peringkat ke-33 secara nasional dan peringkat keenam di Pulau Sulawesi. Lima tahun sebelumnya, daerah ini konsisten bertengger di peringkat kelima regional sebelum akhirnya turun satu peringkat pada pencatatan tahun lalu.
Secara nasional, posisi Sulawesi Barat relatif stabil di kisaran peringkat 32 hingga 33 selama lima tahun terakhir. Dibandingkan provinsi lain, nilai PMTB Sulbar masih di atas Gorontalo dan Papua Barat, tetapi di bawah Kepulauan Bangka Belitung dan Maluku.
Perbandingan dengan Provinsi Tetangga
Gorontalo, yang berada satu peringkat di atas Sulawesi Barat di Pulau Sulawesi, mencatat pertumbuhan positif 5,68 persen pada 2025 dengan nilai PMTB 10.056,99 Rp juta. Selisih nilai antara kedua provinsi hanya sekitar 107 Rp juta.
Sementara itu, Maluku tumbuh 0,92 persen menjadi 10.578,07 Rp juta, sementara Papua Barat justru turun lebih dalam 1,87 persen menjadi 4.942,98 Rp juta. Kepulauan Bangka Belitung mencatat nilai tertinggi di antara provinsi pembanding dengan 12.871,76 Rp juta, meski juga turun tipis 0,34 persen.
Apa Arti Penurunan PMTB bagi Sulbar?
PMTB mencerminkan nilai investasi dalam bentuk aset tetap seperti mesin, bangunan, dan infrastruktur. Penurunan tipis di 2025 menjadi sinyal perlambatan investasi fisik di Sulawesi Barat setelah mencapai puncak setahun sebelumnya. Meski tren jangka panjang masih positif, rata-rata pertumbuhan yang melambat dalam tiga hingga lima tahun terakhir patut menjadi perhatian pemangku kebijakan di daerah.