SULAWESI BARAT — Laga yang digelar di Atlanta Stadium, Selasa (7/7) malam WIB, menyajikan roller coaster emosi bagi pendukung kedua tim. Juara bertahan Argentina nyaris tersingkir lebih awal, tertinggal 0-2 hingga menit ke-68, sebelum bangkit dengan tiga gol dalam 11 menit terakhir.
Messi Gagal Penalti, Argentina Tertinggal Dua Gol
Argentina tertinggal sejak menit ke-15 lewat gol Yasser Ibrahim. Peluang menyamakan kedudukan datang tak lama berselang melalui titik putih setelah Nicola Tagliafico dilanggar. Namun, Mostafa Shobeir, kiper Mesir, tampil gemilang dengan menepis penalti Lionel Messi.
Di babak kedua, Mesir makin di atas angin. Mostafa Zico mencetak gol pada menit ke-59, meski dianulir VAR karena pelanggaran terhadap Lisandro Martinez. Delapan menit berselang, Zico kembali menjebol gawang Emiliano Martinez. Gol kedua kali ini disahkan, membawa Mesir unggul 2-0.
Kebangkitan Argentina: Romeo, Messi, dan Kontroversi Enzo
Skor 0-2 bertahan hingga 10 menit akhir waktu normal. Cristiano Ronaldo? Bukan. Cristian Romeo memulai kebangkitan pada menit ke-79. Messi kemudian menjadi penyelamat dengan gol voli indahnya di menit ke-83.
Puncak drama terjadi di masa injury time. Sundulan Enzo Fernandez memastikan kemenangan 3-2 Argentina. Namun, gol ini langsung diprotes keras tim Mesir. Mereka menganggap ada pelanggaran terhadap Mohamed Salah dalam proses terjadinya gol. Keributan terjadi di pinggir lapangan, dan wasit Francois Letexier mengeluarkan kartu merah untuk salah satu staf Mesir.
Wasit Tak Pakai VAR, Argentina Lolos ke Perempatfinal
Wasit asal Prancis itu memutuskan untuk tidak mengecek monitor VAR atas protes Mesir. Keputusan final tetap menguntungkan Argentina. Kekalahan ini memastikan Mesir tersingkir. Argentina lolos ke perempatfinal dan menyusul raksasa lain seperti Prancis, Spanyol, dan Inggris.