MAMUJU — Musyawarah Provinsi PSSI Sulawesi Barat menjadi titik temu antara pemerintah daerah dan pengurus federasi. Junda Maulana menilai dukungan pemerintah pusat lewat PSSI menjadi kunci kemajuan sepak bola di wilayah itu.
Menurut Junda, jamuan ramah tamah tersebut bukan sekadar pertemuan seremonial. Ada kebutuhan komunikasi rutin antara pemda dan jajaran PSSI agar pembinaan di tingkat daerah tidak berjalan sendiri-sendiri.
"Intinya kita membangun keakraban. Kita perlu dukungan pemerintah pusat," ujar Junda Maulana.
Berdasarkan informasi yang diterima Junda, hanya ada satu nama yang akan maju dalam pemilihan Ketua PSSI Sulbar, yakni Febrianto Wijaya. Kondisi itu membuka peluang Musprov berlangsung secara aklamasi tanpa pemungutan suara.
Junda menilai proses aklamasi justru menguntungkan organisasi. Konsolidasi dinilai lebih cepat karena tidak ada perpecahan suara pasca-pemilihan.
"Kalau hanya satu calon, mudah-mudahan itu berjalan cepat secara aklamasi. Artinya, kalau aklamasi, konsolidasinya lebih bagus karena satu suara," ungkapnya.
Sekda juga menyatakan dukungan terhadap sosok Febrianto Wijaya untuk mengambil peran dalam pengembangan sepak bola Sulbar. Pemerintah daerah, kata dia, siap mendukung upaya memajukan olahraga tersebut.
Junda menekankan Musprov semestinya menjadi ruang merumuskan program kerja dan arah pengembangan sepak bola Sulbar. Pemilihan pengurus hanya satu bagian dari proses organisasi.
Sepak bola dinilai sebagai olahraga yang paling dekat dengan masyarakat dan punya daya menyatukan berbagai kalangan. Potensi atlet dan kader di Sulbar, menurut Junda, perlu perhatian lewat pembinaan berkelanjutan.
Pembinaan itu harus dibarengi penyelenggaraan kompetisi secara rutin. Tanpa kompetisi, kata Junda, kader potensial sulit berkembang.
"Pembinaan atlet itu harus dijalankan. Kita memiliki banyak potensi dan kader-kader yang bisa dikembangkan, tetapi harus seiring ada kompetisi," jelas Junda Maulana.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam pengembangan sepak bola Sulbar adalah penyelenggaraan Piala Gubernur. Turnamen itu dirancang sebagai wadah kompetisi sekaligus pencarian bibit pesepak bola potensial di daerah.
Junda menyampaikan Piala Gubernur yang semula direncanakan tahun ini bakal digeser ke tahun depan. Penundaan mempertimbangkan situasi dan kondisi yang ada.
"Awalnya tahun ini kita rencanakan ada Piala Gubernur. Tapi karena situasi dan kondisi, kita berencana tahun depan," tuturnya.
Momentum Musprov PSSI Sulbar diharapkan menjadi awal penguatan organisasi, peningkatan pembinaan atlet, serta perluasan kompetisi sepak bola di seluruh wilayah Sulbar. Dukungan pemerintah daerah, PSSI pusat, dan seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi syarat agar pengembangan sepak bola Sulbar berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.