MAMUJU — Kegiatan yang berlangsung Rabu (5/11/2026) itu menjadi ruang pertemuan berbagai elemen untuk membangun gagasan, memperkuat kolaborasi, serta merumuskan langkah bersama dalam mendorong pengembangan ekosistem ekonomi kreatif di Kabupaten Mamuju.
Keterlibatan DPMD Mamuju merupakan bagian dari upaya mendorong pembangunan desa yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur dan pelayanan dasar. Dinas ini ingin memberi ruang bagi tumbuhnya kreativitas, inovasi, potensi lokal, serta pemberdayaan masyarakat.
Kadis DPMD Mamuju Muhammad Fausa Basir menegaskan desa memiliki potensi besar untuk menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem ekonomi kreatif. Menurutnya, desa bukan hanya ruang penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.
"Desa bukan hanya ruang penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan, tetapi juga memiliki kekayaan budaya, kearifan lokal, produk unggulan, serta sumber daya manusia yang menyimpan banyak kreativitas," kata Fausa dalam sambutannya.
Fausa menilai penting mempertemukan pemerintah, komunitas kreatif, dan media dalam satu ruang kolaborasi. DPMD, ujarnya, siap mendorong potensi kreatif yang tumbuh di desa agar berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang memberi nilai tambah dan manfaat langsung bagi masyarakat.
Forum ini menghadirkan Ketua Umum ICCN sekaligus Direktur Utama LPP TVRI TB. Fiki C. Satari sebagai keynote speaker. Sejumlah narasumber lain turut hadir, yakni Kepala TVRI Stasiun Sulawesi Barat Mahyar, Koordinator Daerah ICCN Sulawesi Barat Ivannandar Iskandar, serta Plt. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Barat Sofian Rendy Ardiansyah.
Kegiatan dipandu moderator Imelda Adhiyanti. Kehadiran perwakilan media penyiaran nasional dan bank sentral daerah memberi bobot tersendiri pada agenda penguatan ekosistem kreatif Mamuju.
Melalui forum ini, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, komunitas kreatif, pelaku usaha, dan media diharapkan semakin diperkuat. Desa dinilai memiliki potensi besar sebagai ruang tumbuhnya kreativitas, mulai dari kekayaan budaya, produk unggulan, kerajinan, kuliner, hingga potensi ekonomi berbasis kearifan lokal.
DPMD Mamuju memandang pembangunan ekosistem kreatif membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah desa dan masyarakat perlu menjadi bagian aktif dalam mengidentifikasi, mengembangkan, serta mempromosikan potensi lokal agar mampu memberikan nilai tambah dan membuka peluang ekonomi baru.
DPMD Mamuju berharap Musyawarah Kreatif ini melahirkan gagasan dan kolaborasi konkret yang dapat ditindaklanjuti. Semangat Mamuju sebagai kabupaten kreatif diharapkan tidak berhenti pada wacana, tetapi tumbuh menjadi gerakan bersama yang berakar dari desa dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.