MAMUJU — Satgas Preemptif Polda Sulawesi Barat menyambangi SD Inpres Karema dalam rangkaian Operasi Patuh Marano 2026. Petugas tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga pengendara yang melintas di sekitar sekolah.
Kasatgas Preemptif Kompol Febrian Eko Putra menyebut kegiatan ini sebagai bagian penting dari operasi yang tidak hanya berfokus pada penindakan di jalan raya. Edukasi keselamatan lalu lintas dinilai perlu ditanamkan sejak usia sekolah dasar.
Menurut Febrian, membangun budaya tertib berlalu lintas tidak bisa dimulai saat seseorang sudah menjadi pengendara. Kebiasaan disiplin harus dibentuk lebih awal agar terbawa hingga dewasa.
Petugas mengajarkan siswa cara menyeberang jalan dengan benar dan mengenalkan rambu-rambu lalu lintas. Anak-anak juga diajak menjadi pelopor tertib lalu lintas di lingkungan keluarga masing-masing.
Selain siswa, warga sekitar sekolah mendapat imbauan agar selalu menjadi contoh yang baik saat berkendara. Petugas menekankan pentingnya kehati-hatian di zona sekolah demi keselamatan para siswa.
Langkah ini menyasar dua sisi sekaligus: membentuk kebiasaan anak sejak dini dan mendorong orang dewasa di sekitar mereka ikut tertib.
Febrian berharap pesan keselamatan yang disampaikan dapat tertanam dalam diri anak-anak sekolah. Menurutnya, kebiasaan disiplin mereka akan menular kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
"Kami ingin menanamkan kesadaran dan kepatuhan berlalu lintas sejak dini. Kalau anak-anak sudah terbiasa disiplin sekarang, mereka akan menjadi pengguna jalan yang aman di masa depan dan secara tidak langsung mendorong orang tua mereka juga lebih tertib berkendara. Tujuan utamanya adalah mencegah pelanggaran bahkan kecelakaan lalu lintas sejak awal," tutur Febrian.
Polda Sulbar menargetkan budaya disiplin berlalu lintas yang kokoh di wilayah Sulawesi Barat dapat terbentuk selama maupun setelah pelaksanaan Operasi Patuh Marano 2026.