MAMUJU — Selain menghadiri peringatan satu abad Injil Masuk Tanah Kalumpang, Gibran diketahui menyerap aspirasi petani di sentra pembibitan kakao. Dialog itu membahas sejumlah persoalan yang dikeluhkan petani, mulai dari pupuk bersubsidi, kebutuhan bibit, hingga sarana pendukung pertanian.
Kafrawy menyampaikan pandangannya melalui keterangan tertulis, Rabu (4/11). Menurut dia, peringatan keagamaan di Tanah Kalumpang menyimpan makna toleransi yang penting bagi masyarakat luas.
"Peringatan keagamaan 100 tahun Injil Masuk Tanah Kalumpang adalah bagian dari pembelajaran toleransi bagi masyarakat," kata Kafrawy.
Kafrawy menekankan kehadiran pemimpin negara dalam kegiatan keagamaan masyarakat memiliki makna tersendiri. Pemerintah, menurut dia, perlu memberikan ruang dan penghormatan kepada seluruh kelompok masyarakat.
Ruang itu mencakup komunitas adat, keagamaan, serta penghayat kepercayaan. Kafrawy menyebut pengakuan dan pembangunan masyarakat harus berjalan secara inklusif.
"Sehingga pengakuan, penghormatan, serta pembangunan masyarakat harus dilakukan secara inklusif," ujarnya.
Di sisi lain, Kafrawy menilai dialog Gibran dengan petani kakao di Mamuju menjadi langkah penting. Pertemuan itu dinilai untuk memastikan kebijakan pemerintah di sektor pertanian sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Menurut Kafrawy, dialog tersebut juga mendorong stabilitas ekonomi sesuai visi pemerintahan. Kebijakan pertanian diharapkan tepat sasaran dan tepat guna.
"Dialog Wapres dengan masyarakat petani di Mamuju tentu untuk mendorong ekonomi agar stabil sesuai dengan visi pemerintahannya. Hal ini tentu juga memastikan bahwa kebijakan pertanian tepat sasaran dan tepat guna," tutur Kafrawy.
Kafrawy menambahkan Gibran selaku Wakil Presiden memiliki peran memastikan program kementerian berjalan efektif. Dampaknya diharapkan terasa langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
"Wapres juga memiliki tugas memastikan kerja-kerja kementerian, khususnya bidang pertanian, untuk menyejahterakan masyarakat," ucap dia.
Lebih lanjut, Kafrawy menilai pembangunan nasional perlu dilakukan menyeluruh dengan memperhatikan berbagai sektor kehidupan masyarakat. Kunjungan kerja ke daerah, menurutnya, harus menjadi momentum memastikan program pemerintah berjalan berkelanjutan dan menjangkau kebutuhan masyarakat.