POLEWALI MANDAR — Kabut asap yang bertahan di langit Polewali Mandar selama beberapa pekan terakhir membuat warga yang rutin berolahraga pagi di kawasan Sport Center Polewali merasakan dampak langsung. Keluhan datang dari Amri, warga yang biasa menghabiskan akhir pekan untuk jogging ringan hingga berjalan kaki beberapa putaran di kawasan tersebut.
Amri menyebut kondisi udara pekan ini berbeda dibanding beberapa pekan sebelumnya. "Saat menghirup udara, rasanya tidak segar dan terkadang terasa sesak," ujarnya di Polman, Senin, 26 Oktober 2026.
Bagi Amri, kabut asap telah mengubah rutinitas olahraga akhir pekannya. Aktivitas yang biasanya jadi ajang menyegarkan badan kini terasa mengganggu pernapasan. Ia menyebut kabut asap terlihat jelas di Polman dan mulai berdampak pada kegiatan masyarakat, khususnya mereka yang berolahraga pagi.
"Beberapa minggu terakhir ini kabut asap terlihat di Polman dan ini mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya masyarakat yang berolahraga pagi," kata Amri.
Keluhan serupa berpotensi dirasakan warga lain yang beraktivitas di ruang terbuka. Kabut asap tidak hanya mengganggu pandangan, tetapi juga membuat kualitas udara di sekitar kawasan olahraga menurun.
Amri berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk mencegah dan mengendalikan kebakaran hutan dan lahan agar kabut asap tidak semakin meluas. Ia juga meminta dinas terkait memberikan sosialisasi mengenai bahaya paparan kabut asap kepada masyarakat.
Selain sosialisasi, warga meminta pembagian masker, terutama saat kondisi udara semakin berkabut. "Dinas terkait juga diharapkan memberikan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk pembagian masker jika kondisinya sangat berkabut," tuturnya.
Kabut asap yang menyelimuti Polewali Mandar menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas udara dan kesehatan pernapasan warga. Kondisi ini berlangsung dalam beberapa pekan terakhir dan belum menunjukkan tanda mereda.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah maupun dinas terkait mengenai sumber kabut asap dan langkah penanganan yang akan diambil. Warga berharap respons cepat agar aktivitas sehari-hari, termasuk olahraga pagi, bisa kembali normal.