MAMUJU — Laporan masuk ke Pusdalops BPBD Sulbar melalui WhatsApp pada pukul 19.46 WITA. Titik api yang dekat dengan permukiman dan akses jalan warga menjadi perhatian utama tim di lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, menyebut pemantauan dan koordinasi cepat dibutuhkan untuk mengantisipasi potensi meluasnya kebakaran hutan dan lahan. Prioritasnya kawasan yang berbatasan langsung dengan rumah warga.
Yasir menginstruksikan Tim 1 Siaga Karhutla dan Kekeringan bersiaga penuh di Kantor BPBD Sulbar. Langkah itu diambil untuk mengantisipasi permintaan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Mamuju bila penanganan di lapangan butuh tambahan personel.
"Malam ini, saya menginstruksikan Tim 1 Siaga Karhutla dan Kekeringan untuk stand by di Kantor BPBD Sulbar guna mengantisipasi apabila Pemerintah Kabupaten Mamuju meminta untuk di-back up dalam penanganan ini," kata Yasir.
Instruksi tersebut mengikuti arahan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Junda Maulana. Keduanya meminta kesiapsiagaan ditingkatkan dan koordinasi lintas sektor diperkuat dalam penanganan bencana.
Yasir meminta seluruh unsur terkait tetap siaga dan langsung menindaklanjuti setiap informasi soal titik api. Khususnya laporan yang menyebut lokasi dekat kawasan permukiman warga.
Pusdalops BPBD Sulbar masih berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Mamuju dan instansi terkait untuk memantau perkembangan kedua titik api. Informasi lanjutan dibutuhkan untuk menentukan langkah penanganan sesuai kondisi aktual di lapangan.
Hingga laporan ini diturunkan, belum ada keterangan resmi soal luas lahan yang terbakar maupun penyebab munculnya api di Dusun Salassang.