Ulama Panutan Sulbar Annangguru KH Syibli Sahabuddin Berpulang, Dimakamkan di TPU Lembang Majene

Penulis: Ragil  •  Senin, 12 Oktober 2026 | 11:46:01 WIB
Jenazah Annangguru KH Muhammad Syibli Sahabuddin dibawa ke tempat pemakaman di TPU Lembang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

POLMAN — Kabar duka menyelimuti Tanah Mandar. Annangguru KH Muhammad Syibli Sahabuddin wafat dalam usia senja, meninggalkan warisan panjang sebagai ulama, pendidik, dan tokoh kebangsaan. Bagi masyarakat Mandar, sebutan Annangguru bukan panggilan biasa, melainkan gelar kehormatan yang melekat pada sosok berilmu dan pembimbing kehidupan beragama.

Mursyid Tarekat dan Penjaga Tradisi Tasawuf

Syibli dikenal sebagai mursyid Tarekat Qadiriyah, meneruskan tradisi spiritual yang menjadi bagian penting dari perjalanan keluarganya. Dalam dakwahnya, ia menekankan agama sebagai sumber nilai moral dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Ia mengingatkan bahwa dakwah harus dilakukan dengan hikmah, kearifan, nasihat, serta dialog yang baik. Pandangan itu memperlihatkan perhatiannya terhadap hubungan antara kehidupan beragama, akhlak, dan kerukunan sosial.

Syibli juga menyoroti pentingnya menghargai keberagaman dan menghindari sikap merasa paling benar di tengah masyarakat yang majemuk. Nilai-nilai itu menjadi jejak pemikirannya yang dinilai relevan untuk terus dikenang.

Dari Rektor Unasman hingga Senayan

Pengabdian Syibli tidak berhenti di ruang dakwah. Dunia pendidikan menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya. Ia pernah menjabat Direktur Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar pada 2004, lalu dipercaya menjadi rektor pada 2005 hingga 2009.

Ia juga menjabat Ketua Yayasan Al-Asyariah Mandar, lembaga yang menaungi Unasman. Keterlibatannya menunjukkan peran ulama yang tidak hanya membimbing kehidupan spiritual, tetapi juga mendukung tumbuhnya pengetahuan dan sumber daya manusia di Sulawesi Barat.

Di bidang kebangsaan, Syibli dipercaya menjadi anggota DPD RI dari daerah pemilihan Sulawesi Barat selama dua periode, yakni 2009–2014 dan 2014–2019. Ia aktif di Nahdlatul Ulama dan memimpin DPW PKB Sulawesi Barat.

Jejak yang Diteruskan Generasi Muda

Ketua DPC PKB Mamuju Tengah yang juga kerabat terdekat Annangguru, Subhan Aliyah, menyampaikan hal tersebut pada Senin, 12 Oktober. Menurut Subhan, bagi generasi muda jejak ini menyampaikan pesan bahwa ilmu perlu terus dicari, dikembangkan, dan diabdikan untuk kepentingan masyarakat.

Perjalanan dari dunia pesantren dan keagamaan menuju pendidikan serta politik memperlihatkan luasnya ruang pengabdian yang pernah dijalaninya. Di tengah beragam tanggung jawab itu, identitasnya sebagai Annangguru tetap menjadi bagian penting dari sosok yang dikenal masyarakat.

Pelepasan Jenazah dan Pemakaman di Majene

Jenazah Annangguru KH Muhammad Syibli Sahabuddin dijadwalkan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Lembang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Prosesi pelepasan jenazah dipandu Ustaz H. Mas'ud Shaleh.

Rangkaian prosesi meliputi salat jenazah, dzikir dan tahlil, serta pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an oleh Ustaz Nuhung Jamal. Acara dilanjutkan dengan prosesi pemakaman yang dihadiri keluarga, kerabat, dan masyarakat.

Bagi masyarakat Sulawesi Barat, khususnya Tanah Mandar, kepergian Annangguru menjadi momentum untuk kembali mengingat pentingnya menghormati ulama, menjaga tradisi keilmuan, dan memperkuat persaudaraan.

Reporter: Ragil
Sumber: beritanasional.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top