MAMUJU TENGAH — Rangkaian upacara berjalan tertib sejak pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, pembukaan UUD 1945, hingga pembacaan ikrar. Seluruh peserta yang hadir mengikuti prosesi dengan khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap dasar negara.
Upacara ini bukan sekadar seremonial tahunan. Pemkab Mamuju Tengah menempatkannya sebagai titik pengingat bagi jajaran pemerintahan bahwa nilai-nilai Pancasila harus jalan dalam pelayanan publik sehari-hari.
Hadir dalam kegiatan itu jajaran Pemkab Mamuju Tengah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Aparatur Sipil Negara (ASN), serta tamu undangan.
Komposisi peserta yang lengkap ini menunjukkan peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Mamuju Tengah melibatkan lintas instansi, bukan hanya lingkup pemerintahan daerah.
Wakil Bupati Mamuju Tengah Askary menyampaikan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila merupakan momentum untuk mengenang sejarah perjuangan bangsa sekaligus memperkuat komitmen menjaga Pancasila.
Ia berharap nilai-nilai persatuan, gotong royong, toleransi, dan keadilan terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam jalannya pemerintahan dan pelayanan publik.
"Semangat Pancasila menjadi landasan penting bagi Pemkab Mamuju Tengah untuk bekerja profesional dan mendorong pembangunan yang berpihak pada masyarakat," ujar Askary.
Askary menambahkan, kemajuan daerah membutuhkan kebersamaan serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Tanpa dukungan warga, program pembangunan sulit berjalan sesuai target.
Pemerintah daerah menempatkan nilai keadilan dan gotong royong sebagai acuan dalam menyusun kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Melalui momentum peringatan ini, Pemkab Mamuju Tengah mengajak masyarakat mempererat persatuan dan menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Langkah tersebut diharapkan membawa Mamuju Tengah menjadi daerah yang aman, harmonis, maju, dan sejahtera.