MAMUJU — Qurratu Ain Asfa mengaku mendapat kepercayaan besar sebagai salah satu penerima Beasiswa Prestasi Akademik Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat 2026. Mahasiswi semester 7 Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu menyampaikan terima kasihnya secara langsung, Senin, 21 September 2026.
Menurut Qurratu, program yang digagas Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) menunjukkan perhatian nyata pemerintah terhadap dunia pendidikan dan masa depan generasi muda daerah. Baginya, bantuan itu bukan hanya soal biaya, melainkan juga dorongan untuk terus berprestasi.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesempatan dan kepercayaan yang diberikan kepada saya sebagai penerima beasiswa ini,” ujar Qurratu melalui keterangan resmi yang diterima media.
Qurratu menempuh pendidikan kedokteran dengan capaian akademik IPK 3,97. Angka itu menempatkannya sebagai salah satu penerima beasiswa yang lolos seleksi ketat program prestasi akademik Pemprov Sulbar.
Ia menyebut beasiswa tersebut turut mempersiapkan dirinya untuk berkontribusi pada pembangunan daerah. Bidang kedokteran yang digelutinya dinilai sejalan dengan kebutuhan Sulbar akan tenaga kesehatan.
“Program ini sebagai salah satu wujud nyata perhatian terhadap pendidikan dan juga masa depan generasi muda Provinsi Sulbar,” katanya.
Qurratu menegaskan penerima beasiswa memikul tanggung jawab memanfaatkan kesempatan itu sebaik-baiknya. Ia bersama penerima lain berkomitmen mewujudkan visi Sulbar Maju dan Sejahtera sesuai bidang masing-masing.
“Kami sebagai penerima beasiswa siap mewujudkan Sulbar Maju dan Sejahtera melalui pendidikan, prestasi, dan kontribusi nyata sesuai bidang kami masing-masing,” tuturnya.
Harapan serupa disampaikan soal keberlanjutan program. Qurratu berharap Beasiswa Prestasi Akademik Pemprov Sulbar terus bergulir agar kualitas sumber daya manusia daerah meningkat.
“Semoga beasiswa ini dapat terus bermanfaat untuk kemajuan Provinsi Sulbar,” tutupnya.
Program Beasiswa Prestasi Akademik Pemprov Sulbar 2026 menyasar mahasiswa berprestasi dari berbagai perguruan tinggi. Bantuan ini menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah menyiapkan tenaga terdidik yang kembali membangun kampung halaman.
Bagi penerima seperti Qurratu, dampaknya bersifat ganda: meringankan beban biaya pendidikan sekaligus memperkuat motivasi menuntaskan studi. Jalur kedokteran yang ia tempuh termasuk bidang yang membutuhkan pembiayaan besar dan waktu panjang.
Pemprov Sulbar belum merinci jumlah penerima maupun total anggaran program dalam keterangan tersebut. Namun apresiasi dari penerima menjadi sinyal bahwa skema beasiswa ini menyentuh langsung kebutuhan mahasiswa di daerah.