Sekum KONI Sulbar Buka Kongres XXVII PB GABSI di Mamuju, Soroti Pembinaan Bridge Berkelanjutan

Penulis: Fajar  •  Senin, 21 September 2026 | 06:46:02 WIB
Sekum KONI Sulawesi Barat Suratmin Amir membuka Kongres XXVII PB GABSI Indonesia di Gedung PKK Provinsi Sulawesi Barat, Mamuju.

MAMUJU — Kongres XXVII PB GABSI Indonesia resmi dibuka setelah Sekretaris Umum KONI Sulawesi Barat Suratmin Amir menyampaikan sambutan mewakili Ketua Umum KONI Pusat dan Ketua Umum KONI Sulawesi Barat. Forum tertinggi organisasi bridge nasional itu berlangsung di Gedung PKK Provinsi Sulawesi Barat, Mamuju.

Suratmin menyampaikan apresiasi kepada PB GABSI, GABSI Sulawesi Barat, seluruh peserta kongres, dan panitia yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran perwakilan GABSI dari berbagai provinsi menjadi kekuatan penting dalam memperkuat organisasi dan pembinaan olahraga bridge secara nasional.

Siapa Saja yang Hadir di Kongres XXVII PB GABSI

Kongres tersebut dihadiri Sekretaris Jenderal PB GABSI Indonesia beserta jajaran Pengurus Besar GABSI. Turut hadir Ketua GABSI Provinsi Sulawesi Barat beserta jajaran, para perwakilan GABSI dari berbagai provinsi di Indonesia, serta pengurus provinsi dan kabupaten/kota.

Ketua Panitia Kongres XXVII PB GABSI juga hadir bersama para atlet, pelatih, wasit, juri, dan keluarga besar olahraga bridge Indonesia. Kehadiran peserta dari berbagai daerah itu disebut Suratmin sebagai modal penting untuk memperkuat organisasi dan pembinaan bridge secara nasional.

Kongres Jadi Forum Tertinggi Evaluasi dan Arah Organisasi

Menurut Suratmin, kongres merupakan forum tertinggi organisasi untuk melakukan evaluasi, menyusun program kerja, sekaligus menentukan arah organisasi ke depan. Ia berharap Kongres XXVII PB GABSI berlangsung dalam suasana musyawarah, kebersamaan, demokrasi, dan sportivitas.

Ia juga berharap kongres menghasilkan keputusan yang dapat memperkuat organisasi dan pembinaan olahraga bridge di Indonesia.

"Atas nama KONI Pusat, saya menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada PB GABSI, GABSI Provinsi Sulawesi Barat, seluruh perwakilan provinsi, serta panitia yang telah mempersiapkan pelaksanaan kongres ini," ujarnya.

Pembinaan Atlet Bridge Diminta Berjalan Berkelanjutan

Suratmin menekankan pembinaan atlet harus dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari tingkat daerah hingga nasional. Menurutnya, pembinaan itu membutuhkan dukungan pelatih, wasit, juri, serta sistem kompetisi yang semakin baik.

"KONI Pusat berharap GABSI terus memperkuat pembinaan olahraga bridge di seluruh Indonesia. Pembinaan atlet harus dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari tingkat daerah hingga nasional, dengan dukungan pelatih, wasit, juri serta sistem kompetisi yang semakin baik," katanya.

Ia menilai tantangan olahraga prestasi ke depan semakin besar. Karena itu, organisasi olahraga dituntut meningkatkan profesionalisme, tata kelola organisasi, pembinaan sumber daya manusia, serta kualitas kompetisi.

Harapan untuk Kepengurusan dan Program Kerja GABSI

Suratmin meminta seluruh peserta kongres menjaga persatuan dan soliditas keluarga besar GABSI. Ia berharap rangkaian Kongres XXVII PB GABSI Indonesia berjalan tertib dan lancar serta menghasilkan keputusan terbaik bagi masa depan GABSI dan kemajuan olahraga Indonesia.

"Mari kita jaga persatuan dan soliditas keluarga besar GABSI. Semoga seluruh rangkaian Kongres XXVII PB GABSI Indonesia dapat berjalan dengan tertib, lancar, dan menghasilkan keputusan-keputusan terbaik bagi masa depan GABSI dan kemajuan olahraga Indonesia," harapnya.

Di akhir sambutannya, Suratmin Amir secara resmi membuka Kongres XXVII PB GABSI Indonesia.

"Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Kongres XXVII PB GABSI Indonesia saya nyatakan dibuka."

Ia berharap seluruh rangkaian kongres menghasilkan kepengurusan, program kerja, dan keputusan organisasi yang semakin memperkuat pembinaan serta prestasi olahraga bridge Indonesia.

Reporter: Fajar
Sumber: terassulbar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top