SULAWESI BARAT — Beyerdynamic Aventho Y hadir sebagai headphone over-ear ber-ANC paling murah di jajaran produk lifestyle Beyerdynamic saat ini. Perangkat ini diperkenalkan di ajang IFA September 2026 dan dijual di Amazon AS seharga $149 serta Polar UK £129 (sekitar Rp 2,4 juta dengan kurs Rp 16.500/USD).
Angka itu menempatkan Aventho Y di bawah sejumlah pesaing kelas menengah seperti Sony WH-CH730N ($179), Sennheiser Accentum ($179), JBL Live 770NC ($199), dan Beats Solo 4 ($199). Tersedia empat warna: Blue Fusion, Liquid Black, Peach Blush, dan Soft Jade.
Daya tahan baterai jadi nilai jual utama Aventho Y. Klaim 90 jam tanpa ANC dan 60 jam dengan ANC menyala mengalahkan Sennheiser Accentum (50 jam), Sony WH-CH730N (50 jam), dan JBL Tune 770NC (44 jam) saat ANC aktif.
Dalam pengujian dengan ANC menyala dan volume 50 persen, headphone ini bertahan sekitar 50 jam sebelum sisa baterai tinggal 5 persen. Artinya klaim Beyerdynamic cukup bisa dipercaya.
Yang jarang ditemui di kelas harga ini, baterainya bisa dilepas dan diganti sendiri oleh pengguna. Manual menyertakan panduan cara melepas baterai dengan aman.
ANC-nya juga efektif. Di dalam ruangan, suara ketel mendidih, keyboard mekanikal, dan obrolan orang lain nyaris tidak terdengar. Di dalam bus yang ramai, suara penumpang berhasil diredam, meski bunyi getaran bus masih sedikit terdengar.
Di sinilah masalahnya. Dengan driver 45mm, Aventho Y terdengar boxy, hampa, dan kurang terbuka langsung dari kotak. Bassline gelap di lagu "2515" milik Wasia Project seperti dimatikan, dan trek berat seperti "Put Me in a Padded Room" dari Icon For Hire terdengar kacau.
Vokal justru jadi kekuatan. Di lagu "Cheers to Me" dari Self Esteem, vokal Rebecca Lucy Taylor terdengar raw, intim, dan bertekstur. Backing vocal melebar ke kiri dan kanan, menciptakan pengalaman mendengar yang imersif.
Treble juga kurang bersinar. Solo gitar listrik di "One Inch Punch" dari Yin Yin memang berkilau, tapi tidak sejelas dan sevibrant headphone yang lebih mumpuni. Semua instrumen terasa didorong ke belakang.
Kabar baiknya, kualitas suara masih bisa diselamatkan lewat equalizer 10-band di aplikasi Beyerdynamic. Aplikasinya gratis di iOS dan Android, antarmukanya bersih tanpa pop-up mengganggu. Sayangnya, pengguna wajib mengunduhnya kalau ingin suara yang seimbang.
Ini area yang paling lemah. Dalam panggilan Google Meet, rekan kerja mengeluh suara terdengar scratchy dan jauh. Saat menelepon pasangan, suara dilaporkan muffled dan sulit dipahami.
Kalau kualitas panggilan jadi prioritas, Sennheiser Accentum lebih layak dipertimbangkan.
Dengan bobot 11,14 ons, Aventho Y sedikit lebih berat dari Marshall Monitor III (8,8 ons) dan Aventho 100 (7,76 ons). Tapi earcup besar dan headband berlapis leatherette membuatnya nyaman dipakai hingga enam jam tanpa telinga panas atau berkeringat.
Ear cushion-nya bermagnet, jadi bisa dilepas dan diganti kalau rusak. Headphone ini juga bisa dilipat untuk menghemat ruang di tas, dan disertai kantong kain sebagai bonus.
Rating IP53 membuatnya aman dipakai ke gym. Sebagai perbandingan, JBL Live 770NC dan Sony WH-CH730N tidak punya rating tahan air resmi.
Aventho Y memakai Bluetooth 6.0 dengan codec SBC dan AAC. Tidak ada dukungan LC3, LDAC, atau aptX Lossless. Keterbatasan codec ini umum di rentang harga tersebut, karena JBL Live 770NC dan Beats Solo 4 juga tidak mendukungnya.
Multipoint aktif untuk dua perangkat sekaligus. Headphone akan mengucapkan "Multipoint" saat dua perangkat terhubung. Google Fast Pair juga berjalan mulus saat dipasangkan dengan Pixel.
Beyerdynamic berencana menjual dongle 2.4GHz opsional (bisa disimpan di dalam earcup) plus boom mic lepas pada Oktober. Sampel rate dongle belum diumumkan resmi.
Semua kontrol fisik: volume dan tombol kustom di earcup kanan, ANC dan Bluetooth di earcup kiri. Tombol kustom bisa diatur lewat aplikasi untuk ganti trek atau mengaktifkan asisten suara.
Aventho Y dijual $149 di Amazon AS dan £129 di Polar UK, setara sekitar Rp 2,4 juta. Empat pilihan warna tersedia: Blue Fusion, Liquid Black, Peach Blush, dan Soft Jade. Belum ada informasi resmi soal ketersediaan di Indonesia.
Aventho Y cocok untuk pengguna yang mengutamakan baterai jumbo, ANC efektif, dan kenyamanan sepanjang hari dengan budget di bawah Rp 2,5 juta. Desainnya yang colorful juga jadi nilai tambah di pasar yang didominasi warna hitam.
Tapi kalau kualitas suara seimbang langsung dari kotak jadi prioritas, JBL Live 770NC atau Sennheiser Accentum lebih layak. Aventho Y menuntut penggunanya mau mengutak-atik equalizer dulu sebelum bisa menikmati suaranya.