SULAWESI BARAT — Klaim konsumsi bahan bakar tersebut didapat berdasarkan pengujian WMTC. Suzuki GN160 mengandalkan mesin satu silinder 162 cc 4-tak SOHC dua katup berpendingin udara, yang menghasilkan tenaga 10,5 kW atau sekitar 14,3 PS pada 8.000 rpm dan torsi puncak 14,5 Nm di 6.500 rpm.
Mesin tersebut disalurkan ke roda belakang melalui transmisi manual lima percepatan dengan sistem injeksi elektronik. Kombinasi ini yang membuat konsumsi bensinnya efisien tanpa mengorbankan karakter motor klasik harian.
Tangki bensin GN160 berkapasitas 11 liter. Jika konsumsi riil mendekati angka klaim pabrikan, pengendara bisa menempuh perjalanan antarkota tanpa khawatir kehabisan bahan bakar.
Perlu dicatat, jarak tempuh aktual tetap dipengaruhi kondisi lalu lintas, kecepatan kendaraan, beban bawaan, dan gaya berkendara masing-masing pengguna.
Meski tampil retro, Suzuki melengkapi GN160 dengan pencahayaan LED dan panel instrumen semi-digital. Tersedia pula port USB 5V 2.1A untuk mengisi daya ponsel saat berkendara.
Desainnya tetap mempertahankan DNA keluarga GN: lampu depan bulat, tangki model tetesan air mata, jok panjang, dan posisi duduk tegak.
Fitur keselamatan mengandalkan rem cakram depan dengan ABS satu channel, sementara roda belakang masih memakai tromol. Velg alloy berukuran 18 inci dengan ban depan 80/100-18 dan belakang 90/90-18.
Suspensi depan teleskopik, sedangkan belakang menggunakan dua shockbreaker dengan lima tingkat pengaturan preload.
Suzuki GN160 dibanderol 125.000 peso atau sekitar Rp 35 jutaan di Filipina. Motor ini diposisikan sebagai penantang Yamaha XSR155 dan Kawasaki W175 di segmen motor retro.
Belum ada kepastian apakah Suzuki akan membawa GN160 ke Indonesia. Namun, dengan tren pasar motor klasik yang terus tumbuh, kehadirannya di Tanah Air berpotensi menambah pilihan menarik bagi konsumen.