Indonesia dan India Bagi Tugas Pulihkan 100 Candi Perwara Prambanan, Konservasi Manuskrip hingga Kapal Phinisi Ikut Dibahas

Penulis: Fajar  •  Sabtu, 08 Agustus 2026 | 16:26:01 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan delegasi Indonesia menghadiri pertemuan bilateral dengan Kementerian Kebudayaan India di Bhopal.

SULAWESI BARAT — Dalam pertemuan bilateral tersebut, Fadli Zon menegaskan bahwa proyek restorasi ini bukan sekadar perbaikan struktur bangunan. “Kerja sama tersebut tidak hanya menyangkut pemulihan fisik candi, tetapi juga pertukaran pengetahuan dan keahlian konservasi antara kedua negara,” ujarnya dalam pernyataan resmi yang diterima redaksi.

Fadli didampingi Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Endah T.D. Retnoastuti, Kuasa Usaha Ad Interim KBRI New Delhi Yudho Sasongko, serta Direktur Kerja Sama Kebudayaan Mardisontori. Dari pihak India, hadir Joint Secretary Kementerian Kebudayaan India Arvind Kumar.

Prasasti Pucangan dan Agenda Diplomasi Budaya Lainnya

Pembahasan tidak berhenti pada Candi Prambanan. Indonesia kembali mengangkat upaya pengembalian Prasasti Pucangan atau Calcutta Stone yang tersimpan di Indian Museum, Kolkata. Fadli menyebut dialog mengenai repatriasi artefak bersejarah ini akan terus dilanjutkan untuk membuka jalan pemulangan prasasti ke Tanah Air.

Kedua negara juga menyepakati pelaksanaan Cultural Exchange Programme Indonesia-India 2025-2028. Ruang lingkup program ini mencakup residensi seniman, fellowship museum, sekolah lapangan arkeologi, riset bersama, produksi film bersama, hingga kolaborasi warisan budaya digital.

Agenda lain yang mengemuka adalah peringatan Tagore-Dewantara Year 2026-2027, menandai satu abad kunjungan Rabindranath Tagore ke Indonesia. Program ini diarahkan untuk memperkuat kerja sama di bidang kebudayaan, pendidikan, sastra, akademik, dan pertukaran pemuda.

Peluang Baru: Konservasi Manuskrip hingga Kapal Phinisi

Menteri Kebudayaan India Gajendra Singh Shekhawat menilai hubungan historis kedua negara menjadi fondasi kuat untuk memperluas kolaborasi pelestarian warisan budaya. India membuka peluang kerja sama konservasi manuskrip berbasis teknologi dan pengembangan budaya maritim.

Salah satu usulan konkret yang mengemuka adalah rencana penyertaan kapal Phinisi dalam Kompleks Maritim Nasional India. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat narasi maritim bersama yang menghubungkan peradaban Nusantara dan India.

Fadli menilai hubungan kedua negara semakin erat, ditandai kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke India dan kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi ke Indonesia, termasuk singgah di Candi Prambanan. Pertemuan di Bhopal ini menjadi tindak lanjut nyata dari intensitas diplomasi tingkat tinggi tersebut.

Reporter: Fajar
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top