SULAWESI BARAT — Lonjakan ini memperlebar selisih antara harga jual dan harga buyback. Bagi masyarakat yang berniat menjual emas batangan, harga yang ditawarkan kini jauh lebih tinggi dibanding perdagangan Rabu kemarin. Buyback adalah patokan yang digunakan Antam ketika membeli kembali logam mulia dari konsumen.
Mengutip laman resmi Logam Mulia, seluruh pecahan emas Antam ikut terkoreksi naik pada hari ini. Kenaikan terjadi di tengah gejolak pasar global yang mendorong harga emas dunia melonjak lebih dari 4 persen pada perdagangan Rabu (5/8/2026).
Penguatan harga emas dunia dipicu kombinasi pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Kondisi ini membuat emas semakin menarik sebagai aset lindung nilai bagi investor.
Di pasar spot, harga emas naik 4,3 persen menjadi US$ 4.252,74 per ounce. Kontrak berjangka emas AS juga menguat 3,7 persen ke level US$ 4.305,20 per ounce. "Dua hari penurunan imbal hasil obligasi dan pelemahan dolar AS selama sepekan tampaknya membuka jalan bagi kenaikan harga emas dan perak," ujar pedagang logam independen, Tai Wong.
Pelemahan dolar AS menjadi katalis utama. Mata uang Negeri Paman Sam berada di dekat level terendah terhadap yen Jepang dalam tiga bulan terakhir, sehingga emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih murah bagi pembeli internasional. Di sisi lain, imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun yang bertahan rendah turut menekan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Data ekonomi AS yang meleset dari perkiraan turut memperkuat posisi emas. Laporan ADP National Employment Report menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta AS hanya bertambah 44.000 pada Juli 2026, jauh di bawah proyeksi ekonom yang memperkirakan kenaikan 70.000 pekerja.
Meski demikian, sejumlah pejabat bank sentral AS (The Fed) masih memberikan sinyal hawkish. Presiden Federal Reserve Bank of Kansas City, Jeff Schmid, menyatakan pengetatan kebijakan moneter masih diperlukan untuk mengendalikan inflasi. Senada dengan itu, Presiden Federal Reserve Bank of Minneapolis, Neel Kashkari, menilai saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mulai menaikkan suku bunga secara bertahap. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan peluang sekitar 57 persen The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan September mendatang.
Di tengah dinamika tersebut, investor juga mencermati perkembangan geopolitik. Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengklaim telah melakukan "diskusi yang sangat baik" dengan Iran memunculkan harapan konflik di Timur Tengah segera berakhir, meski situasi masih terus dipantau ketat.
Berikut rincian harga emas batangan Antam yang berlaku Kamis (6/8/2026):
Untuk pecahan besar seperti 250 gram hingga 1.000 gram, Antam menerapkan sistem pre-order. Harga emas ini bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar. Sebagai catatan, rekor tertinggi harga emas Antam sepanjang sejarah tercatat pada 29 Januari 2026 lalu, yakni Rp 3.168.000 per gram dengan buyback di level Rp 2.989.000 per gram.