MAMUJU — Suasana Perpustakaan Daerah Kabupaten Mamuju berubah menjadi ramai, Rabu (15/5/2026) siang. Sebanyak 180 murid kelas VI SDN 1 Mamuju memadati gedung perpustakaan untuk mengikuti kegiatan pembelajaran luar kelas atau outing class yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WITA.
Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa. Anak-anak diajak berkeliling gedung, mengenal layanan perpustakaan digital, hingga menyaksikan pemutaran video penguatan karakter di ruang Home Theater. Mereka tampak antusias sejak awal kedatangan, langsung menyisir rak-rak yang dipenuhi ribuan koleksi buku.
Momen paling menarik terjadi di ruang baca anak. Para siswa berebut memilih buku bacaan favorit mereka dan langsung membaca dengan serius. Ketika sesi pemutaran video edukatif dimulai, mereka pun ikut membaca kalimat yang tampil di layar secara mandiri tanpa diminta guru.
Wali Kelas VI SDN 1 Mamuju, Anugerah Wati, mengatakan program ini merupakan agenda rutin sekolah untuk mengenalkan peserta didik pada fasilitas perpustakaan. Menurutnya, belajar tidak harus selalu berlangsung di dalam ruang kelas.
“Kunjungan ke perpustakaan ini sangat bermanfaat. Anak-anak jadi punya pengalaman baru, ilmu baru, punya minat untuk lebih membaca, dan mengetahui sesuatu,” ujar Anugerah kepada Reportase di sela kegiatan.
Anugerah menjelaskan, kegiatan ini juga menjadi upaya sekolah mengurangi kejenuhan siswa selama belajar di kelas. Selama di perpustakaan, para murid tidak hanya berkeliling, tetapi juga mengerjakan lembar kerja peserta didik (LKPD) sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Ia berharap pengalaman ini menumbuhkan kebiasaan membaca di kalangan siswa. Dari pengalaman tahun sebelumnya, beberapa murid justru menjadi rutin berkunjung ke perpustakaan sepulang sekolah untuk membaca dan meminjam buku.
“Kami berharap anak-anak lebih akrab dengan buku dan menjadikan perpustakaan sebagai tempat belajar yang menyenangkan. Jangan hanya berkumpul untuk bermain gawai, tetapi juga datang membaca dan mencari pengetahuan,” tuturnya.
Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Mamuju, Muh. Sadad, menyambut positif inisiatif sekolah tersebut. Ia menilai perpustakaan harus hadir sebagai ruang belajar yang terbuka, inklusif, dan ramah bagi anak-anak.
“Kami sangat mengapresiasi kunjungan ini. Semoga perpustakaan menjadi tempat yang menyenangkan dan menginspirasi bagi anak-anak,” kata Muh. Sadad.
Menurutnya, kegiatan seperti ini sejalan dengan upaya memperkuat budaya literasi sekaligus mendukung lahirnya generasi muda yang berkarakter dan berdaya saing. “Perpustakaan hadir sebagai ruang publik yang ramah anak dan inklusif, untuk mendukung cita-cita itu,” tandasnya.