SULAWESI BARAT — Keputusan membeli tablet di kelas harga Rp 8,9 juta hingga Rp 9,5 juta tidak bisa didasarkan pada lembar spesifikasi semata. Dua produk ini, Huawei MatePad Mini PaperMatte Edition (Rp 8.999.000) dan Xiaomi Pad 8 Pro 8/256 GB (Rp 9.499.000), punya filosofi desain yang bertolak belakang. Satu mengejar portabilitas ekstrem, yang lain mengejar tenaga mentah. Kami mengulas keduanya berdasarkan data teknis resmi dan positioning pasar untuk membantu kamu menentukan mana yang layak dibawa pulang.
Ketebalan 5,2 mm dan bobot 260 gram bukan sekadar angka. Dalam praktiknya, ini membuat MatePad Mini terasa seperti buku catatan premium yang bisa digenggam satu tangan dalam waktu lama tanpa pegal. Ini keunggulan yang tidak bisa ditiru tablet 11 inci.
Layarnya menggunakan panel Flexible OLED 8,8 inci dengan resolusi 2.560 x 1.600 piksel, refresh rate 120 Hz, dan kecerahan puncak 1.800 nits. Teknologi PaperMatte pada edisi ini juga mengurangi pantulan cahaya, membuatnya nyaman dibaca di bawah sinar matahari langsung.
Xiaomi mengambil jalur berbeda. Pad 8 Pro dibekali Snapdragon 8 Elite yang dibuat dengan proses 3 nm—chipset yang biasanya ditemukan di flagship smartphone. Dipadukan dengan RAM hingga 16 GB dan penyimpanan UFS 4.1, tablet ini jelas diarahkan untuk pengguna yang butuh daya komputasi besar.
Layar IPS LCD 11,2 inci dengan resolusi 3.200 x 2.136 piksel dan refresh rate 144 Hz menawarkan ruang kerja luas. Rasio 3:2 sangat membantu saat membuka dokumen atau menjalankan dua aplikasi berdampingan. Dukungan Dolby Vision dan Atmos melengkapi paket hiburan.
Namun perlu dicatat, panel IPS LCD milik Xiaomi tidak bisa menandingi kontras dan kedalaman warna OLED milik Huawei. Kecerahan puncaknya juga lebih rendah, 800 nits vs 1.800 nits.
Di atas kertas, Snapdragon 8 Elite milik Xiaomi jauh di atas chipset Huawei MatePad Mini. Untuk gaming berat, editing video, atau menjalankan aplikasi produktivitas kelas desktop, Xiaomi Pad 8 Pro adalah pemenangnya. Tidak ada toleransi untuk lag dalam skenario tersebut.
Huawei MatePad Mini tidak dirancang untuk itu. Tablet ini unggul dalam skenario yang berbeda: membaca e-book, mencatat rapat, atau menemani perjalanan dinas. Ukurannya yang ringkas membuatnya bisa masuk ke tas kecil—sesuatu yang tidak bisa dilakukan Xiaomi Pad 8 Pro.
Huawei MatePad Mini unggul di atas kertas dengan kamera belakang 50 MP dan perekaman video 4K. Namun kamera tablet jarang menjadi faktor utama pembelian. Xiaomi tidak merinci spesifikasi kamera secara detail di bahan, tapi untuk penggunaan video call atau scan dokumen, keduanya sudah lebih dari cukup.
Soal baterai, angka 6.400 mAh milik Huawei memang lebih kecil dari Xiaomi. Tapi layar 8,8 inci yang lebih kecil dan hemat daya membuat ketahanannya bisa bersaing. Pengisian cepat 66W juga lebih agresif dibanding standar tablet pada umumnya.
Kalau kamu adalah pekerja lapangan, mahasiswa yang sering pindah ruangan, atau pembaca berat yang butuh perangkat kedua—Huawei MatePad Mini adalah pilihan yang lebih masuk akal. Bobot 260 gram dan bodi setipis pensil membuatnya tidak terasa seperti membawa gawai.
Sebaliknya, kalau tablet adalah pengganti laptop untuk bekerja, bermain game, dan menonton film di rumah—Xiaomi Pad 8 Pro menawarkan nilai lebih baik. Snapdragon 8 Elite dan layar 144 Hz adalah investasi jangka panjang untuk performa.
Yang perlu diperhatikan: Huawei masih terbatas dalam hal akses layanan Google. Pastikan aplikasi yang kamu butuhkan sehari-hari tersedia di AppGallery atau bisa diakali lewat metode alternatif. Ini bukan soal spesifikasi, tapi soal ekosistem—dan itu sama pentingnya dengan angka di atas kertas.