SULAWESI BARAT — Bermain di hadapan pendukung sendiri, skuad asuhan Shin Tae-yong justru tampil kewalahan menghadapi transisi menyerang Vietnam. Gol Nguyen Van Vi pada menit kesepuluh diikuti torehan Nguyen Hai Long empat menit berselang membuat skor berubah drastis di babak pertama.
Keunggulan Vietnam berawal dari skema serangan balik yang dijalankan dengan sangat efisien. Umpan terobosan Nguyen Hoang Duc dari luar kotak penalti diterima Van Vi, yang kemudian melepaskan tembakan terarah ke sudut gawang Nadeo Argawinata.
Kiper Bali United itu tak mampu berbuat banyak. Ia kembali dipaksa memungut bola dari gawangnya saat Hai Long lolos dari kawalan bek sayap kiri Indonesia.
Posisi bebas di sisi kiri pertahanan Garuda dieksploitasi dengan dingin. Hai Long masuk ke kotak penalti dan melepaskan tembakan ke tiang dekat yang tak bisa diantisipasi Nadeo. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.
Shin Tae-yong menurunkan formasi tiga bek dengan Rizky Ridho, Jordi Amat, dan Shayne Pattynama. Namun, celah di sisi kiri justru menjadi titik lemah yang berulang kali dieksploitasi Vietnam.
Dony Tri Pamungkas yang beroperasi sebagai wing-back kiri kerap terlambat kembali ke posisi pertahanan. Situasi itu memberi ruang bagi pemain sayap Vietnam untuk berlari bebas dan menciptakan peluang berbahaya.
Di lini tengah, duet Ivar Jenner dan Thom Haye kesulitan memutus alur serangan cepat lawan. Marc Klok yang berperan sebagai penghubung juga belum mampu memberikan ritme permainan yang stabil bagi tim tuan rumah.
Timnas Indonesia wajib mencetak tiga gol untuk membalikkan keadaan jika ingin menjaga peluang lolos dari fase grup. Namun, catatan buruk di lini pertahanan menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera dibenahi Shin Tae-yong saat jeda turun minum.
Vietnam yang unggul dua gol diprediksi akan semakin nyaman bertahan dan mengandalkan serangan balik. Sementara itu, Indonesia harus tampil lebih agresif dan efektif dalam memanfaatkan peluang jika ingin menyelamatkan pertandingan ini.