MAMUJU — Pelatihan Penyuluhan Agama yang digelar di Hotel Shanum Mamuju resmi dibuka, Minggu (2/8/2026). Pembukaan dilakukan oleh Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Murdanil, yang mewakili Gubernur Suhardi Duka.
Kegiatan ini diikuti oleh 75 peserta yang berasal dari unsur Ikatan Pengurus Masjid Sulawesi Barat (IKAPIM), Dewan Masjid Indonesia (DMI), para penyuluh agama Kabupaten Mamuju, serta sejumlah alim ulama setempat.
Murdanil menegaskan bahwa penyuluh agama memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan moderat. Menurutnya, tugas penyuluh tidak hanya menyampaikan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga menjadi agen pemersatu masyarakat.
"Penyuluh agama bukan hanya menyampaikan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga menjadi agen pemersatu masyarakat. Karena itu, kompetensi, integritas, dan semangat pengabdian harus terus ditingkatkan agar mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi umat," ujar Murdanil dalam sambutannya.
Ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan pelatihan ini untuk memperkuat wawasan dan meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan. Sinergi antara pemerintah, organisasi keagamaan, dan masyarakat disebutnya kunci mewujudkan Sulawesi Barat yang maju, sejahtera, dan religius.
Ketua Panitia, H. Makdoem Ibrahim, dalam laporannya menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat sehingga pelatihan dapat terlaksana dengan baik. Ia berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kompetensi para penyuluh dalam memberikan pembinaan kepada masyarakat.
Dua narasumber dihadirkan untuk mengisi sesi pelatihan. Namru Asdar, Ketua MUI Kabupaten Mamuju, memaparkan peran strategis penyuluh agama dalam membina umat di tengah tantangan sosial saat ini. Sementara itu, Taufiq Abdullah, Ketua Widyaiswara Sulawesi Barat, menyampaikan materi mengenai peningkatan kapasitas penyuluh melalui pendekatan komunikasi, kepemimpinan, dan metode penyuluhan yang efektif.
Kegiatan berlangsung antusias hingga akhir sesi, ditandai dengan diskusi interaktif antara narasumber dan seluruh peserta yang hadir. Pelatihan ini menjadi salah satu upaya Pemprov Sulbar dalam memperkuat moderasi beragama dan pembinaan umat di daerah.